Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jangan Remehkan Kasus Bunuh Diri

18/12/2023 05:00
Jangan Remehkan Kasus Bunuh Diri
Ilustrasi MI(MI/Duta)

ADA fenomena mencemaskan, amat mencemaskan, di negeri ini. Tidak cuma terkait dengan masa depan demokrasi, hal mencemaskan itu juga bertautan dengan kelangsungan hidup anak-anak bangsa.

Hidup sebagian rakyat kita sedang dihimpit tekanan, tengah menghadapi ancaman. Saking beratnya tekanan dan ancaman, tidak sedikit dari mereka yang angkat tangan, menyerah, lalu melakukan tindakan yang semestinya tidak dilakukan. Tindakan itu ialah bunuh diri, mengakhiri hidupnya sendiri.

Bunuh diri ialah titik kulminasi dari rasa frustrasi. Mereka yang bunuh diri merasa tidak ada gunanya lagi hidup. Mereka putus harapan, tidak punya lagi asa. Mereka memilih menanggalkan beratnya beban dengan cara yang salah, cara yang dilarang oleh agama.

Itulah yang belakangan memperlihatkan tren kenaikan di negara ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri, sejak 1 Januari hingga 15 Desember 2023, angka bunuh diri mencapai 1.226 jiwa. Jumlah itu naik dari 902 orang sepanjang 2022. Pada 2021, kasus bunuh diri melibatkan 629 jiwa, dan 2020 sebanyak 640 orang.

Peningkatan kasus bunuh diri tahun ini jelas masalah serius, sangat serius. Ia ialah penegasan bahwa ada persoalan luar biasa yang dihadapi rakyat Indonesia.

Betul bahwa banyak penyebab yang melatari seseorang nekat bunuh diri. Faktor lingkungan, keluarga, dan personal yang bermuara pada stres berlebihan dan depresi bisa menjadi pemicu. Latar belakang pelaku bunuh diri juga beragam, mulai anak SD, mahasiswa, ibu-ibu, hingga bapak rumah tangga.

Bunuh diri memang masalah personal, tetapi kenapa seseorang bisa berlaku senekat itu ialah tanggung jawab sosial. Menjadi tugas semua pihak untuk mencegah orang bunuh diri. Keluarga, misalnya, punya kewajiban memastikan seluruh anggotanya bebas dari tekanan apa pun. Lingkungan, umpamanya, pantang abai terhadap masalah yang menimpa orang-orang di sekitarnya.

Berobat ke psikolog atau ahli jiwa ketika tekanan mental dirasa terlalu berat merupakan kiat agar seseorang mengurungkan niat bunuh diri. Kepedulian teman, kerabat, dan lingkungan ialah vitamin penguat untuk mencegah orang lain mengakhiri hidup.

Bunuh diri juga tanggung jawab negara, apalagi ketika pemicunya terkait dengan persoalan ekonomi, terlilit utang, dan semacamnya. Tidak sedikit anak bangsa yang bunuh diri karena hidup dalam kekurangan yang amat sangat. Seorang ayah di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, amsalnya. Pada November lalu, dia mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya karena tak sanggup lagi membeli beras untuk makan keluarganya.

Faktor ekonomi diduga juga menjadi motif satu keluarga di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang guru SD, sang istri, 1 orang anak meninggal, dan 1 anak lagi harus hidup sebatang kara dalam peristiwa tragis ini. Mereka disebut mengakhiri hidup karena terlilit utang, terhimpit beban ekonomi yang tiada tara beratnya.

Sulit dipahami, di negeri yang katanya sedang menapaki tangga sebagai negara maju ini masih ada rakyat yang hidup teramat papa hingga memilih mati. Sulit dimengerti, ketika negara gencar membangun proyek-mercusuar, ternyata masih ada rakyat yang untuk sekadar hidup normal pun tidak lagi kuasa.

Kita khawatir, banyaknya kasus bunuh diri hanyalah fenomena gunung es. Kita cemas, angka bunuh diri sejatinya lebih banyak lagi. Kita takut, kesulitan hidup yang dihadapi rakyat ternyata jauh lebih parah daripada yang diperkirakan.

Tren kenaikan kasus bunuh diri bukanlah persoalan biasa. Kita juga perlu bertanya, di mana negara ketika rakyatnya makin banyak yang tak sanggup hidup dan memilih mati?



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.