Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Menelanjangi Capres di Panggung Debat

13/12/2023 21:00

SESI pertama dari lima rangkaian debat calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024 terselenggara dengan baik tadi malam. Pesan yang baik pun tersaji dalam debat itu sebagai panduan bagi rakyat untuk memilih yang terbaik pada 14 Februari 2024 mendatang.

Kita menyambut baik, debat pertama berlangsung secara terbuka dan dinamis. Kekhawatiran bahwa debat akan berjalan bak cerdas cermat tidak sepenuhnya menjadi kenyataan. Kecemasan bahwa debat akan bergulir sekadar tanya jawab pun terhindarkan.

Perdebatan antara capres nomor 1 Anies Baswedan, capres nomor 2 Prabowo Subianto, dan capres nomor 3 Ganjar Pranowo berlangsung seru, bahkan sengit. Ibarat pertandingan sepak bola, peserta debat bersemangat jual beli serangan.

Seperti halnya adu tinju, ketiga capres termotivasi tukar tambah pukulan. Tentu, di antara mereka ada yang asal memukul, ada yang menyerang dengan penuh perhitungan, ada yang hit and run, ada pula yang lebih banyak bertahan.

 

Bagaimanapun, debat pertama dengan tema hukum, HAM, pemerintahan, antikorupsi, dan penguatan demokrasi itu patut dijadikan pijakan untuk debat-debat berikutnya agar lebih berkualitas dan lebih substantif lagi. Dengan debat yang bermutu, akan ketahuan siapa sejatinya capres yang paling layak memimpin 280 juta manusia Indonesia lima tahun ke depan.

Siapa sesungguhnya para capres pun sudah tergambar di panggung debat pertama yang cukup berhasil 'menelanjangi' mereka. Tidak cuma soal isi kepala, stok pikiran, tapi sifat dan karakter mereka pun mulai atau bahkan kian tenkorfirmasi. Ada capres yang memang pintar, menguasai masalah, serta punya gagasan dan kebaruan ide untuk menyelesaikan masalah.

Salah satu ciri pemimpin yang pintar ialah mendasarkan setiap kebijakan pada data, ilmu pengetahuan, bukan asal-asalan, tidak semaunya, pantang suka-suka. Lebih dari itu, dia juga berwatak baik, tenang, dan mumpuni dalam mengendalikan diri, tapi tegas dan konsisten.

Ada capres yang belum kelihatan pintar, karakternya menjadi sorotan pula. Dia terkesan arogan, emosional, ketika rivalnya memberikan pertanyaan atau tanggapan menohok tajam.

Tidak hanya harus punya kapasitas dan penyelesai persoalan, pengendalian diri juga penting, sangat krusial, bagi seorang presiden. Sebagai pemimpin tertinggi, dia wajib matang jiwa dan raga. Apa jadinya jika negara dipimpin oleh presiden temperamental? Mau jadi apa bangsa ini jika pemimpinnya belum tegak hendak berlari, bertensi tinggi, gampang sensi, ketika menghadapi kritik dan penetrasi?

Debat memang tidak serta-merta memengaruhi pilihan, tapi ia bisa menjadi bagian dari tolok ukur seberapa pintar bangsa ini memilih pemimpin. Kita berharap, sangat berharap, debat tidak cuma tontonan, tetapi jadi pijakan dalam menjatuhkan pilihan.

Tidak hanya bagi swing voters, massa mengambang, yang jumlahnya menurut salah satu lembaga survei masih di kisaran lebih dari 20%, tapi juga buat mereka yang sudah memiliki pilihan. Pilpres akan menghasilkan presiden dan wakil presiden hebat yang terpilih bukan karena gimik dan iming-iming sesat sesaat, melainkan lahir dari rakyat yang pintar dan rasional. Debat menawarkan rasionalitas itu.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal