Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ironi Antikorupsi

09/12/2023 05:00

MANIS di mulut, lain di hati, lain pula di tindakan. Peribahasa itu menggambarkan perilaku manusia yang bisa memiliki dua hingga tiga kehidupan di saat bersamaan. Omongan bisa sangat mulia, tetapi kelakuannya justru busuk.

Ketidakjujuran, sikap hipokrit, kepalsuan, atau apa pun istilah lainnya yang menggambarkan perilaku tersebut. Celakanya, kelakuan seperti itu tak jarang diperlihatkan oleh sebagian pemimpin bangsa yang semestinya menjadi teladan.

Di momentum Hari Antikorupsi Sedunia ini, misalnya, publik disuguhi kelakuan pejabat yang kerap berpura-pura bersih, padahal mereka sedang menunggu giliran ditetapkan sebagai tersangka. Sebagian malah sudah jadi tersangka, bahkan sudah divonis tetap. Mereka ikut memaki-maki korupsi, padahal mereka sendiri bagian dari lingkaran setan korupsi.

Sebagai contoh, pada 22 November 2023, Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka kasus pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Sungguh sebuah ironi, lembaga antirasuah ternyata dipimpin seorang tersangka kasus pemerasan, tindakan korupsi paling puncak.

Bagi kalangan pegiat antikorupsi, terpilihnya Firli sebagai Ketua KPK sudah bermasalah sejak awal. Bahkan, KPK periode sebelumnya pernah mengungkapkan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli semasa menjabat Deputi Penindakan KPK. Surat juga telah dikirim ke DPR yang saat itu tengah menyeleksi pimpinan KPK.

Ajaibnya, justru Firli yang tetap dipilih sebagai komandan dalam perang melawan koruptor. Dan, terbukti, Firli tercatat menjadi Ketua KPK paling sarat kontroversi sepanjang sejarah. Selain persoalan kode etik dan kepantasan, Firli kerap tersangkut kasus pembocoran informasi operasi tangkap tangan.

Firli sempat tidak menghadiri pemeriksaan Polda Metro Jaya pada 7 November dengan dalih menghadiri roadshow bus antikorupsi di Aceh. Padahal, kegiatan itu berlangsung pada 9-11 November.

Ketika di Aceh, Firli berkoar roadshow bus KPK adalah upaya mewujudkan Indonesia bebas dari praktik korupsi.

Pada kesempatan tersebut, Firli pun mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam memberantas korupsi, sebagaimana tema Hari Antikorupsi Sedunia kali ini, yakni Sinergi berantas korupsi untuk Indonesia maju. Entahlah, adakah lagi orang yang mau memercayai omongannya saat itu.

Segendang sepenarian dengan Firli, semasa menjabat Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej juga tanpa ragu meluncurkan pembangunan zona integritas dan antikorupsi pada 2021. Akan tetapi, pada akhirnya Eddy hanya menambah panjang daftar tersangka oleh KPK.

Walhasil, pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2014 telah mendorong enam menteri dan seorang wakil menteri ke dalam jurang gelap korupsi. Selain jajaran pejabat dan penyelenggara negara yang tidak henti-hentinya terseret kasus korupsi, publik juga diperlihatkan kondisi memburuknya sejumlah indikator terkait dengan korupsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perilaku masyarakat yang semakin permisif terhadap korupsi. Indeks perilaku antikorupsi (IPAK) masyarakat pada tahun ini lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Lalu, Transparency International (TI) pada Januari 2023 memberikan catatan bahwa indeks persepsi korupsi (IPK) 2022 mengalami penurunan terburuk sepanjang sejarah reformasi. Parahnya lagi, lembaga itu menyebut selama masa pemerintahan Jokowi, kualitas pemberantasan korupsi dan demokrasi cenderung terus menurun.

Di tengah kemerosotan ini, publik hanya bisa berharap akan ada perbaikan yang dilakukan para pemimpin, mulai dari proses seleksi aparat pemberantasan korupsi yang benar dan tanpa kongkalikong yang berujung utang budi. Selain itu, sistem pencegahan korupsi yang mumpuni serta penegakan hukum yang adil, yang tidak hanya tajam ke bawah dan ke samping kiri, tapi tumpul ke atas dan ke samping kanan.

Akhiri sudah ironi dan hipokrasi dalam pemberantasan korupsi. Ikan busuk berawal dari kepala, baru merembet ke bagian tubuh lainnya. Karena itu, bila mau mengakhiri kebusukan, mulailah dengan membersihkan atau mengamputasi kepala, baru bagian tubuh yang lain.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.