Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM bawah sadar memang tidak bisa ditipu. Itu pula yang jangan-jangan terjadi pada Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ketika secara terbuka mengancam aparatur sipil negara (ASN) yang tidak bekerja dengan baik akan dipindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
ASN eselon III DKI Jakarta yang menghadiri pidato Heru Budi pada Selasa (28/11) itu pun menyambut dengan tawa. Jangan-jangan pula sebagian dari mereka punya perasaan yang sama, sinyal alam bawah sadar serupa dengan sang gubernur soal IKN Nusantara.
Atau, mereka menganggap itu kelakar. Atau, kalaupun ancaman itu serius, mereka percaya diri memiliki kinerja yang baik. Bisa juga, ada yang optimistis mereka memang sudah berkeinginan untuk pindah tugas ke IKN.
Heru Budi pun menjanjikan karier yang cemerlang bagi ASN yang bersedia dipindahtugaskan ke IKN karena pemindahan tersebut bisa mempercepat penaikan pangkat para amtenar.
Akan tetapi, persoalannya, Heru mengawali tebaran janji insentif itu dengan ancaman. Siapa yang malas akan di-IKN-kan. Itu sama saja dengan ancaman tempo dulu, para penjahat kambuhan akan di-Nusakambangan-kan. IKN seolah sama horornya dengan Nusakambangan tempo dulu.
Kalau sampai ASN yang mengisi IKN Nusantara adalah mereka yang tidak bekerja dengan baik, walhasil IKN hanya akan menjadi sentra pemerintahan berkinerja buruk. Hebatnya lagi, mereka akan tetap mendapatkan jaminan promosi jabatan dan beragam tunjangan yang dibiayai negara meski dengan performa profesionalisme tidak baik.
Heru Budi yang menjadi penjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 2022 mestinya paham keseriusan pemerintah menggarap IKN. Apalagi, Heru memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012 hingga 2014. Sampai Jokowi pun membawa Heru Budi untuk menjabat Kepala Sekretariat Presiden sejak 2017.
Semestinya, Heru Budi paham, pembangunan IKN bukanlah bahan guyonan. Apalagi, kalau sampai menciptakan kesan penugasan di daerah sebagai hukuman atau buangan bagi mereka yang berkinerja buruk.
Pernyataan Heru boleh jadi bagian dari keraguan sebagian pejabat pemerintahan sendiri terhadap kelangsungan IKN. Padahal, dalam setiap pidatonya, Presiden dan pejabat lainnya memberi kesan dan pesan amat serius dalam menggarap IKN. Pemerintah sudah mencanangkan pemindahan ASN ke IKN secara bertahap mulai Maret 2024. Tahap pertama, berdasarkan penjelasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, sekitar 1.200 hingga 3.200 ASN dari kementerian dan lembaga akan dipindah berdasarkan kesiapan pembangunan gedung di IKN.
Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin juga kerap bersafari berkeliling dunia untuk menawarkan IKN kepada para investor. Proyek raksasa IKN tentunya bukan proyek kaleng-kaleng. Apalagi bila melihat kebutuhan biaya superjumbo untuk membangunnya. Setidaknya Rp466 triliun anggaran dibutuhkan untuk merampungkan proyek IKN pada 2045.
Berulang kali, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya proyek IKN Nusantara bagi pemerataan di Indonesia. Berkali-kali Jokowi menyebut 58% produk domestik bruto (PDB) dan 56% populasi Indonesia ada di Jawa. Presiden berharap pembangunan berbasis Indonesia sentris, bukan Jawa sentris lagi.
Namun, semua logika itu bisa ambyar oleh keraguan sebagian pejabat. Termasuk, bisa buyar oleh rekaman alam bawah sadar pejabat yang menganggap bahwa IKN itu wilayah angker. Karena angker, ia layak menjadi tempat buangan, daerah hukuman.
Proyek yang digadang-gadang menjadi legasi Presiden Jokowi bisa runtuh oleh keraguan yang berbuah candaan. Kelakar bahwa ASN malas dan tidak berkinerja baik akan ditugaskan ke IKN ialah pintu gerbang olok-olok bagi publik bahwa calon ibu kota negara itu dibuat untuk menampung para pemalas.
Kalau lingkaran kekuasaan saja masih memandang IKN setengah ragu, macam mana pula dengan publik?
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved