Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Firli Jadi Ujian Polisi

01/12/2023 05:00

JIKA tak ada aral melintang, hari ini Firli Bahuri akan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Besar harapan publik, ia dapat hadir dalam pemeriksaan itu.

Maklum, sebelum dinonaktifkan dari jabatannya oleh Presiden, Firli kerap mangkir dari pemeriksaan polisi dengan dalih kesibukannya yang luar biasa padat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, dengan statusnya yang kini nonaktif dari Ketua KPK, tidak ada lagi alasan baginya untuk mangkir dalam pemeriksaan perdananya itu. Selama 30 tahun lebih menjadi penegak hukum, Firli tentunya paham bagaimana penegakan hukum berproses. Pemeriksaan ialah awal dari proses hukum menemukan kebenaran dan keadilan. Semakin cepat pemeriksaan dijalani, semakin cepat pula kebenaran dan keadilan ditemukan.

Jika memang tidak memeras sebagaimana disangkakan polisi, Firli pun tentu berharap proses hukum yang dijalaninya dapat segera selesai. Apalagi, nama baik dan kehormatan diri serta keluarganya tentunya telah terusik dengan adanya kasus tersebut.

Karena itu, menjalani pemeriksaan dan menjawab selengkap-lengkapnya pertanyaan penyidik akan mempercepat proses hukum tersebut. Pengadilan nanti akan menjadi ruang baginya membuktikan diri atas segala tuduhan kepadanya.

 

Jajaran Polda Metro Jaya pun dituntut profesional dalam menyidiknya. Kumpulkan keterangan saksi dan alat bukti sebanyak-banyaknya agar kasus itu layak dibawa ke pengadilan.

Bahkan, jika penyidik khawatir tersangka melarikan diri dan merusak atau menghilangkan alat bukti, jangan ragu untuk menahan Firli. Kerap mangkir dari pemeriksaan sebelumnya bisa jadi pertimbangan subjektif penyidik dalam memutuskan perlunya penahanan.

Sejauh ini, apresiasi sepatutnya diberikan kepada jajaran Polda Metro Jaya yang telah mengawal kasus itu agar tidak masuk angin. Firli yang merupakan purnawirawan polisi berpangkat komjen tidak menciutkan nyali para mantan anak buahnya untuk menuntaskan kasus dugaan pemerasan itu.

Apalagi Polda Metro Jaya saat ini dipimpin Irjen Karyoto, polisi yang telah malang melintang di dunia reserse dan terakhir sebagai Deputi Penindakan KPK. Pengalaman dan jam terbangnya, baik di kepolisian maupun KPK, tidak diragukan lagi dapat memproses kasus itu tanpa celah kelemahan saat dibawa ke pengadilan.

Kampiun di bidang penyidikan tentu membawa Karyoto sangat jeli melihat di titik mana pemerasan bisa terjadi dalam penanganan sebuah kasus.

Karena itu, penanganan kasus Firli jangan sampai masuk angin sebagaimana kasus Harun Masiku yang tengah ditangani KPK. Di bawah kepemimpinan Firli, Harun bisa melarikan diri dan buron hingga hampir empat tahun lamanya sampai sekarang.

Menariknya, di awal proses penanganan kasus Harun, Karyoto bahkan duduk sebagai Deputi Penindakan KPK. Karena itu, kasus Firli kali ini akan menjadi ujian profesionalitas dan integritas bagi Karyoto, mampukah ia menyeret mantan bosnya di KPK itu ke pengadilan?

Penanganan kasus pemerasan yang diduga dilakukan Firli juga dapat jadi momentum Korps Bhayangkara mengembalikan kepercayaan publik. Pasalnya, survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2020 menempatkan kepolisian sebagai instansi yang paling rawan korupsi.

Hasil jajak persepsi masyarakat itu pastinya tidak mengenakkan hati polisi. Karena itu, penanganan kasus Firli harus benar-benar dimanfaatkan Korps Bhayangkara untuk membuktikan polisi jujur itu masih banyak. 

 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.