Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA tak ada aral melintang, hari ini Firli Bahuri akan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Besar harapan publik, ia dapat hadir dalam pemeriksaan itu.
Maklum, sebelum dinonaktifkan dari jabatannya oleh Presiden, Firli kerap mangkir dari pemeriksaan polisi dengan dalih kesibukannya yang luar biasa padat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun, dengan statusnya yang kini nonaktif dari Ketua KPK, tidak ada lagi alasan baginya untuk mangkir dalam pemeriksaan perdananya itu. Selama 30 tahun lebih menjadi penegak hukum, Firli tentunya paham bagaimana penegakan hukum berproses. Pemeriksaan ialah awal dari proses hukum menemukan kebenaran dan keadilan. Semakin cepat pemeriksaan dijalani, semakin cepat pula kebenaran dan keadilan ditemukan.
Jika memang tidak memeras sebagaimana disangkakan polisi, Firli pun tentu berharap proses hukum yang dijalaninya dapat segera selesai. Apalagi, nama baik dan kehormatan diri serta keluarganya tentunya telah terusik dengan adanya kasus tersebut.
Karena itu, menjalani pemeriksaan dan menjawab selengkap-lengkapnya pertanyaan penyidik akan mempercepat proses hukum tersebut. Pengadilan nanti akan menjadi ruang baginya membuktikan diri atas segala tuduhan kepadanya.
Jajaran Polda Metro Jaya pun dituntut profesional dalam menyidiknya. Kumpulkan keterangan saksi dan alat bukti sebanyak-banyaknya agar kasus itu layak dibawa ke pengadilan.
Bahkan, jika penyidik khawatir tersangka melarikan diri dan merusak atau menghilangkan alat bukti, jangan ragu untuk menahan Firli. Kerap mangkir dari pemeriksaan sebelumnya bisa jadi pertimbangan subjektif penyidik dalam memutuskan perlunya penahanan.
Sejauh ini, apresiasi sepatutnya diberikan kepada jajaran Polda Metro Jaya yang telah mengawal kasus itu agar tidak masuk angin. Firli yang merupakan purnawirawan polisi berpangkat komjen tidak menciutkan nyali para mantan anak buahnya untuk menuntaskan kasus dugaan pemerasan itu.
Apalagi Polda Metro Jaya saat ini dipimpin Irjen Karyoto, polisi yang telah malang melintang di dunia reserse dan terakhir sebagai Deputi Penindakan KPK. Pengalaman dan jam terbangnya, baik di kepolisian maupun KPK, tidak diragukan lagi dapat memproses kasus itu tanpa celah kelemahan saat dibawa ke pengadilan.
Kampiun di bidang penyidikan tentu membawa Karyoto sangat jeli melihat di titik mana pemerasan bisa terjadi dalam penanganan sebuah kasus.
Karena itu, penanganan kasus Firli jangan sampai masuk angin sebagaimana kasus Harun Masiku yang tengah ditangani KPK. Di bawah kepemimpinan Firli, Harun bisa melarikan diri dan buron hingga hampir empat tahun lamanya sampai sekarang.
Menariknya, di awal proses penanganan kasus Harun, Karyoto bahkan duduk sebagai Deputi Penindakan KPK. Karena itu, kasus Firli kali ini akan menjadi ujian profesionalitas dan integritas bagi Karyoto, mampukah ia menyeret mantan bosnya di KPK itu ke pengadilan?
Penanganan kasus pemerasan yang diduga dilakukan Firli juga dapat jadi momentum Korps Bhayangkara mengembalikan kepercayaan publik. Pasalnya, survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2020 menempatkan kepolisian sebagai instansi yang paling rawan korupsi.
Hasil jajak persepsi masyarakat itu pastinya tidak mengenakkan hati polisi. Karena itu, penanganan kasus Firli harus benar-benar dimanfaatkan Korps Bhayangkara untuk membuktikan polisi jujur itu masih banyak.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved