Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Kampanye Adu Gagasan bukan Gas-gasan

27/11/2023 21:00

MASA kampanye Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden Indonesia 2024 bakal dimulai besok dan berlangsung hingga 10 Februari 2024. Selama kampanye berlangsung, isu yang paling memmbetot perhatian ialah soal netralitas, terutama netralitas para aparatur sipil negara (ASN). Sebab, di lapangan mulai dikeluhkan adanya oknum-oknum ASN yang tidak tegak lurus pada undang-undang.

Mengapa netralitas ASN itu penting? Netralitas ASN sangat diperlukan demi terwujudnya iklim politik yang berkualitas dan taat azas. Netralitas ASN juga berfungsi menjaga profesionalitas jajaran birokrasi pemerintahan. Meski ASN sendiri sejatinya memiliki hak pilih dalam setiap pesta demokrasi yang berlangsung, tapi di saat bersamaan mereka ialah pelayan publik yang mesti menegakkan profesionalitas.

ASN juga harus netral untuk memastikan calon dan partai politik memiliki kesempatan yang sama, mencegah intervensi yang tidak adil, serta menjaga pemilihan yang setara bagi semua peserta pemilu.

Selain itu, netralitas ASN juga dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan publik guna mencegah munculnya spekulasi bahwa pemilihan dipengaruhi oleh pihak tertentu.

Untuk menjamin netralitas ASN, negara telah mengatur hal tersebut. Netralitas ASN telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang ASN. Dalam aturan tersebut termaktub bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

ASN pun diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh mana pun dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun.
Di sisi lain, selama masa kampanye ini menjelang pemilihan umum kelima ini, publik tentunya berharap adanya kampanye yang penuh adu gagasan para kandidat, baik para calon anggota legislatif maupun para capres-cawapres. Para pelaku demokrasi itu mesti menghindari kampanye yang bersifat adu gas-gasan.

Tiga kandidat calon presiden, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuning Raka, dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD maupun pendukung mereka jangan lagi melakukan kampanye hitam atau black campaign.

Setiap pasangan diharapkan menunjukkan cara-cara yang baik dan elegan dalam memenangi Pilpres 2024 kali ini. Tidak ada lagi saling melempar hoaks untuk menjatuhkan pasangan lain atau mengadu domba masyarakat. Bersihkan kampanye pilpres 2024 ini dari hoaks yang bisa memicu suasana panas. Jangan ada lagi kampanye pilpres yang penuh fitnah seperti yang terjadi pada Pemilu dan Pilpres 2014 maupun 2019 lalu.

Mari sama-sama tunjukkan prestasi dan gagasan untuk menegakkan demokrasi yang sehat dan berkualitas di negeri ini.
 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal