Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jalan menyimpang Lembaga Survei

24/11/2023 21:00

KEHADIRAN lembaga survei sesungguhnya merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu keberadaannya semestinya memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kualitas demokrasi. Dalam tataran ideal, yang dituntut dari para pollster itu ialah integritas dan independensi.

Survei atau jajak pendapat dalam kaitan dengan pemilu, misalnya, seharusnya ditujukan untuk kepentingan informasi kepada publik semata. Bukan malah sebaliknya, survei dibuat dan dipublikasikan untuk menggiring opini publik demi menyervis kepentingan sekelompok peserta pemilu.

Memang, sejauh ini tidak ada satupun regulasi hukum yang mengatur aturan main lembaga survei. Publik hanya bisa mengandalkan etik dan moralitas sebagai pagar atau norma yang harus dijunjung tinggi para lembaga survei dalam menjalankan aktivitas mereka.

Namun jika melihat realitas di lapangan sampai hari ini, pagar itu tidak terlalu tinggi untuk bisa menahan hasrat sebagian pelaku jajak pendapat melompatinya. Dalam operasionalnya, mereka tak selalu mengedepankan independensi. Tanpa sungkan mereka mengubah orientasi survei dari kegiatan akademis murni menjadi kegiatan bisnis.

Itulah salah satu alasan mengapa saat ini banyak lembaga survei yang merangkap sebagai konsultan politik. Karena orientasi utamanya ialah bisnis, data-data yang mereka peroleh dan olah dari hasil jajak pendapat pun mereka gunakan untuk menggiring opini demi menyenangkan pemberi order.

Mereka cenderung membela yang bayar, bukan membela yang benar. Para lembaga survei kerap berlindung di balik kebebasan akademik survei, tapi sesungguhnya sedang menebar opini, bahkan terkadang ikut melakukan agitasi terkait isu-isu yang dikehendaki pihak pemesan. Metodologi survei pun bisa mereka akali demi hasil yang sesuai kemauan pengorder.

Kalau sudah begini, tentu publik wajar mempertanyakan urgensi keberadaan lembaga survei dalam kaitannya dengan pembangunan kualitas demokrasi. Bukankah perilaku seperti itu justru membuat indeks demokrasi negeri ini yang belakangan semakin menurun justru bakal semakin anjlok?

Karena itu, sekali lagi kita ingin mengingatkan agar lembaga survei kembali ke jalan yang benar. Konsisten bekerja di koridor akademis untuk melayani kepentingan publik secara luas. Mereka tidak hanya dituntut untuk menerapkan etika penelitian dan metodologi secara presisi, melainkan juga pada saat yang sama harus tetap menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan independensi.

Sebagai pollster, ya jadilah pollster yang benar, jangan dicampur dengan konsultan, penasihat, atau apa pun yang mengindikasikan adanya keterkaitan dengan partai maupun kandidat politik. Kalau mereka tidak bisa memisahkan dua hal tersebut, tidak akan pernah muncul sumbangsih mereka terhadap peningkatan kualitas demokrasi. Justru mereka akan dicatat sebagai salah satu penyebab rusaknya demokrasi.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.