Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Saatnya Mengakhiri Manuver Firli

20/11/2023 21:05

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memenuhi panggilan Dewan Pengawas KPK. Ia akhirnya diperiksa berkaitan pelanggaran etik perihal pertemuannya dengan Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hingga dugaan pemerasan.

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang atas panggilan yang tidak ia penuhi. Sejatinya, Firli diperiksa Dewas pada Jumat, 27 Oktober 2023, namun Firli meminta penundaan dengan alasan sedang ada kegiatan di Aceh. 

Selanjutnya, Dewas KPK menjadwalkan kembali pemanggilan pada Senin, 13 November 2023, yang lagi-lagi dibatalkan oleh Firli, sehingga ini kali pertama Firli diperiksa dewas dalam kasus tersebut. 

Tentu kiranya pemeriksaan Dewas KPK ini akan memberikan titik terang terhadap dugaan pelanggaran etik oleh Firli tersebut. Publik tentu berharap Dewas benar-benar menegakkan norma etika yang selama ini memang dijunjung tinggi oleh lembaga antiraswah tersebut.

Jangan biarkan norma-norma etik dan integritas di KPK terus menerus diinjak-injak dan dinistakan oleh Firli. Dengan kembali tegaknya etika di KPK, tentu muruah lembaga antikorupsi ini akan kembali kokoh. Tidak lagi terjerembab dalam kubangan aksi rasuah oleh punggawanya sendiri.

Tentunya, ketegasan Dewas KPK menjadi kunci untuk menuntaskan persoalan pelik Firli ini. Jika memang diperlukan, Dewan Pengawas KPK pun seharusnya sudah membuat mekanisme untuk memberhentikan Firli dari jabatannya demi pengusutan kasus yang lebih adil dan objektif. 

Apalagi, Firli sudah berkali-kali pula diduga terlibat pelanggaran etik selama menjabat sebagai Ketua KPK. Serta, Firli juga harus menghadapi pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya dalam kasus yang sama. Bedanya, pihak kepolisian menyelidiki unsur dugaan tindak pidana dalam peristiwa pemerasan tersebut.

Artinya, melepaskan Firli dari tanggung jawabnya di pucuk pimpinan KPK akan mempermudah upaya penuntasan perkara ini, baik di Dewas maupun di Polda Metro Jaya. 

Bukan tidak mungkin Firli masih berupaya berkelit dari serangkaian dugaan perbuatan tercela yang dialamatkan kepadanya. Misalnya, narasi yang dilontarkan Firli bahwa kasus pemerasan yang dituduhkan kepadanya merupakan serangan koruptor.

Firli seolah menggunakan kasus pemerasan Syahrul Yasin Limpo sebagai tameng untuk menjadikannya seolah-olah sasaran serangan balik setelah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini tentu akan mendistorsi upaya hukum dan etik yang dilakukan oleh Dewas KPK dan Polda Metro Jaya. 

Padahal, kasus yang menjerat Firli murni perkara tindak pidana korupsi dugaan pemerasan kepada SYL, tidak ada hubungannya sama sekali dengan serangan balik koruptor seperti klaim Firli Bahuri. Berhenti membangun narasi yang memutarbalikkan fakta.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal