Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Menolak Pembungkaman Mimbar Akademik

20/11/2023 05:00

UNTUK kesekian kalinya, calon presiden (capres) yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendapatkan penghadangan. Kali ini hambatan justru dari kampus, tempat narasi-narasi ilmah bergumul, wahana terbuka untuk menularkan ilmu, dan mencari solusi permasalahan peradaban.

Anies diundang sebagai salah satu pembicara dalam kapasitas selaku mantan kepala daerah untuk berbagi pengalaman menjadikan Jakarta kota kolaborasi. Acara kuliah umum yang diselenggarakan Bersama Indonesia di Auditorium Magister Manajemen (MM) UGM, Jumat (17/11), itu mengundang para pembicara yang berkompeten dalam penataan kota.

Selain Anies, ada Duta Besar Denmark Lars Bo Larsen, Duta Besar Belanda Lambert Grijns, Profesor Sulfikar Amir dari NTU Singapore, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja, dan pakar perencanaan perkotaan UGM Tri Mulyani Sunarharum.

Pihak yang diduga mewakili otoritas Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengeluarkan ancaman, bila Anies hadir, acara akan dibatalkan. Penolakan terhadap Anies tersebut terkuak dalam pesan Whatsapp antara panitia acara dan pihak yang disebut rektorat yang dalam pembicaraan itu disapa Pak Wija.

Anies batal hadir dan isi percakapan tersebut viral tersebar hingga menuai banyak kecaman terhadap UGM. Rektorat UGM lantas sibuk menangkis dan berkelit. Mereka balik mempertanyakan siapa Pak Wija.

Menurut pimpinan UGM, kampus tidak melarang kehadiran tokoh mana pun sebagai pembicara di mimbar akademik. Terlebih, Anies alumnus UGM.

Kampus yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia itu diakui pimpinan UGM memiliki prosedur mengundang capres ataupun cawapres untuk kepentingan politik atau kampanye. Semua capres harus diundang. Meski nantinya ada capres yang tidak hadir, acara tidak akan menjadi terlarang.

Lantas timbul pertanyaan ketika sehari sebelumnya capres Ganjar Pranowo hadir di acara pengukuhan guru besar yang digelar Rektorat UGM. Sebagai apakah Ganjar diundang?

Foto Ganjar sempat menghiasi unggahan akun X UGM dengan tanpa menyebut nama capres yang diusung PDI Perjuangan dan PPP tersebut. Mungkin administratornya juga bingung memberi atribut kepada Ganjar selaku capres, mantan Gubernur Jawa Tengah, atau sebagai alumnus UGM.

Kedua peristiwa itu lantas mengingatkan pada pencabutan izin kegiatan diskusi di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Jawa Barat, 8 Oktober lalu, yang rencananya dihadiri Anies. Pemkot Bandung yang disokong pihak istana berdalih fasilitas atau gedung milik pemerintah tidak boleh untuk kegiatan politik.

Nyatanya, pada 18 Oktober, deklarasi dukungan terhadap Ganjar-Mahfud MD yang dihadiri keduanya bisa digelar di Gedung Arsip Nasional, Jakarta. Apakah gedung itu sudah dilego ke swasta tanpa diketahui publik? Serius nanya.

Penghadangan terhadap Anies hanya salah satu contoh kejadian yang menunjukkan kebebasan berpendapat di Tanah Air telah berada dalam titik kritis. Orang-orang yang sepertinya dianggap sebagai ancaman bagi penguasa mendapatkan berbagai upaya pembungkaman. Penguasa dalam konteks saat ini ada dua cabang, hanya beda wilayah cengkeram.

Kampus harus menjamin kebebasan mimbar akademik. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Pendidikan Tinggi menyatakan ‘Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlaku kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan’.

Praktik-praktik pembungkaman semakin kentara kemiripannya dengan pada masa rezim Orde Baru. Saat itu pun, hak mengeluarkan pendapat yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 sekadar pajangan, bukan untuk ditegakkan.

Gejala neo-Orde Baru jelang pergantian pemerintahan kian terasa kebangkitannya. Tentu ini tidak boleh dibiarkan. Publik perlu terus dan bahkan lebih keras menyuarakan penolakan atas pelanggaran hak-hak yang dilindungi konstitusi. Belum terlambat bagi penguasa untuk menyadari kesalahan dan kembali ke konstitusi.

Sebagai Kampus Kerakyatan yang berdiri pada 19 Desember 1949, UGM harus berdiri paling depan menolak pembungkaman pikiran-pikiran waras, gagasan-gagasan besar untuk negeri.

Sikap itu senapas dengan menolak kebangkitan Orde Baru jilid dua di penghujung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang rencananya akan diteruskan ke putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres. Maju terus UGM dan kampus-kampus lain di Tanah Air. Tolak neo-Orba!



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal