Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Merebut Kemenangan dengan Cara Bermartabat

16/11/2023 21:00

PASANGAN calon presiden dan calon wakil presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau disingkat Amin, menjadi paslon terakhir yang mengumumkan tim pemenangan untuk Pilpres 2024. Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Amin dikomandani Muhammad Syaugi Alaydrus sebagai kapten tim dan sejumlah nama lain sebagai co-captain. 

Dengan terbentuknya Timnas Amin, artinya tiga paslon yang akan berlaga di Pilpres 2024 sudah memiliki tim pemenangan. Tim itulah yang digadang-gadang menjadi ujung tombak upaya ketiga pasangan kandidat itu dalam meraup suara dan simpati publik demi memenangi kompetisi.

Dari merekalah strategi pemenangan akan bermula, yang kemudian diteruskan sekaligus dieksekusi tim-tim turunannya di bawah. Oleh karena itu, keberadaan mereka sesungguhnya sangat krusial. Tidak saja bagi kemenangan paslon yang mereka sokong, tetapi juga untuk keberlangsungan permainan kompetisi politik yang fair, indah, dan enak ditonton.

Baik dan buruknya kompetisi sedikit banyak akan dipengaruhi sepak terjang mereka sebagai penentu jurus pemenangan. Selalu ada dua pilihan cara untuk melempar serangan kepada lawan sekaligus memikat calon pemilih. Cara kotor dan cara elegan. Namun, kiranya publik sudah muak dengan cara-cara kotor, dan mestinya itu sudah dipahami betul oleh tiap-tiap tim pemenangan.

Karena itu, sejatinya tidak ada cara lain yang bisa dipilih kecuali cara elegan. Sah-sah saja menohok pihak lawan sepanjang tidak dilakukan dengan cara-cara kotor. Tidak masalah mengunggul-unggulkan kandidat sokongan mereka, asalkan tidak dengan menebar kebencian atau kebohongan terhadap kandidat lain.

Bermain elegan artinya tidak menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan. Tidak membabi buta, tidak pula dengan menggunakan jurus dewa mabuk yang terus menyerang tanpa kontrol. Elegan berarti mengedepankan cara-cara yang bermartabat.

Keinginan publik agar tim pemenangan menjadi barisan terdepan mewujudkan pesta demokrasi yang bermartabat dan bersahabat pada Pilpres 2024 hakikatnya sejalan dengan ajakan para capres dan cawapres yang disampaikan seusai penetapan nomor urut kandidat. Saat itu mereka menyerukan pentingnya sportivitas sebagai spirit dalam pertandingan pemilu nanti.

Dengan semangat sportivitas, apa pun hasil dari kompetisi tak lantas membuat para kandidat ataupun pendukung mereka larut dalam respons yang emosional. Yang menang tak perlu jemawa, yang kalah pun mesti legawa. Apalagi, sejatinya lawan politik dalam pemilu yang bersahabat itu ialah teman adu berpikir dan gagasan.

Jika Pemilu 2024 semakin menjauh dari politik emosional, percayalah hasil kompetisi itu akan lebih berkualitas. Di sinilah salah satu peran krusial tim pemenangan, selain tentu saja menghadirkan kemenangan bagi kandidat yang mereka sokong. Kemenangan yang bermartabat.

Kemenangan tanpa rekayasa hukum, intimidasi, kampanye hitam, hoaks, ujaran kebencian, politik uang, dan penggunaan aparat TNI-Polri serta aparatur sipil negara.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal