Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Negara Jangan Berat Sebelah

13/11/2023 21:00

PESTA demokrasi pemilihan umum (pemilu) presiden yang diikuti tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan program. Menjadi ajang kandidasi kepemimpinan yang mencerahkan, bukan memuramkan iklim demokrasi.

Tragedi Mahkamah Konstitusi yang telah memberikan karpet merah terhadap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, jelas-jelas telah mengkhianati proses demokrasi di negeri ini, telah membuat sejumlah elemen demokrasi kecewa, bahkan marah.

Pemilu yang seharusnya sebagai sarana kompetisi yang sehat dan membahagiakan telah tercederai dan malah menjadi ajang pesta demokrasi lima tahunan yang menakutkan dan menyeramkan. Hal itu disebabkan kekuasaan menggunakan semua kewenangan mereka untuk memastikan kemenangan, bahkan sebelum pemilu dimulai.

Rakyat tentu berharap aksi culas semacam itu tidak lagi diduplikasi pada tahapan-tahapan pemilu berikutnya. Terutama para kandidat diharapkan bersaing secara sehat, bertarung bersama-sama dengan cara yang lebih mengedepankan keadaban.

Jangan sampai hanya karena nafsu berkuasa ingin jadi capres-cawapres, lantas menghalalkan segala cara dengan kampanye hitam, hoaks, dan ujaran kebencian. Hal itu hanya akan merusak konsolidasi demokrasi dan merugikan rakyat secara keseluruhan.

Justru yang harus dilakukan ialah mendidik rakyat agar menghargai perbedaan pilihan politik. Agar tidak ada lagi polarisasi bahwa pilihan politik bukanlah alasan untuk saling mencemooh, bermusuhan, apalagi sampai menimbulkan perpecahan.

Yang justru harus rakyat lawan ialah ketidakadilan, upaya-upaya untuk menghancurkan demokrasi itu sendiri. Rakyat harus bersatu untuk mengawal jalannya pesta demokrasi yang berlangsung jujur dan adil, tanpa campur tangan siapa pun, tanpa cawe-cawe tangan kekuasaan.

Pemerintah seolah gagal menciptakan iklim kompetisi politik yang sehat, tidak mampu untuk menyediakan level of playing field yang sama. Yang terjadi justru terlihat berat sebelah, sejumlah temuan justru mengungkap alat negara ikut membantu salah satu paslon.

Untuk itulah, harapan rakyat bertumpu pada penyelenggara pemilu untuk menegakkan hukum. Terutama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bertindak cepat bila ada sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan, bertentangan dengan netralitas, dan nilai-nilai peradaban demokrasi.

Apalagi, pasangan calon telah ditetapkan, tidak ada lagi alasan bagi Bawaslu untuk lepas tangan ketika ada pelanggaran seperti selama ini dengan berlindung pada klausul belum adanya penetapan paslon. Jangan sampai Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu membiarkan semua krisis demokrasi terjadi dan seolah-olah diam membisu.

Jika itu yang terjadi, publik akan menjadi semakin tidak punya harapan sehingga potensial mencari saluran keadilan lainnya dengan turun ke jalan. Mari cegah itu terjadi.

KPU secara resmi menetapkan capres-cawapres yang akan berlaga dalam Pilpres 2024, yaitu pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, serta Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Semoga penetapan itu menjadi tekad penyelenggara pemilu untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan independensi mereka demi terciptanya pemilu yang berkualitas.

Namun, tekad penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) akan sia-sia jika pemerintah pakai ‘kacamata kuda’ memenangkan pasangan Prabowo-Gibran yang dianggap penerus sejati kepemimpinan Jokowi.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.