Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Resah Menyongsong Pemilihan Umum

13/11/2023 05:00

PEMILIHAN Umum 2024 memasuki tahapan penting. Hari ini Komisi Pemilihan Umum RI akan menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Tidak ada kejutan atau suasana harap-harap cemas tentang siapa saja yang ditetapkan karena ini hanya meresmikan tiga pasangan calon yang sudah disebut KPU lolos verifikasi. Sekadar seremoni.

Walau begitu, progres hajatan demokrasi tampaknya semakin kuat memancing ungkapan keresahan sejumlah tokoh dan elite politik. Pada Sabtu (11/11), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai bangsa ini berada di ujung tanduk dengan menghadapi kerusakan paling meresahkan sepanjang kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Negara mengalami penurunan derajat kewibawaan pada tingkat yang paling rendah,'' kata Surya dalam pidato pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-12 Partai NasDem.

Surya mengemukakan masyarakat dipertontonkan perilaku negara dan aparaturnya yang melayani kepentingan kelompok tertentu. Buntutnya, lahir ketidakpercayaan sosial.

Surya tidak sendirian merasa resah. Kemarin, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Budayawan Goenawan Mohamad, dan tokoh agama Benny Susetyo atau Romo Benny, menyambangi kediaman Kiai Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, di Rembang, Jawa Tengah.

Para tokoh nasional itu mengemukakan betapa tatanan negara telah mengalami kerusakan. Kondisi politik sedang tidak baik-baik saja bahkan sudah melenceng dari nilai-nilai luhur bangsa. Sejalan dengan keresahan Surya, Goenawan menilai kepercayaan saat ini sangat tipis yang disebabkan banyaknya kebohongan yang dilontarkan Presiden dan orang-orang terdekatnya.

Ungkapan keresahan juga dinyatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melalui pidato virtualnya, kemarin. Ia mengatakan berbagai manipulasi hukum kembali terjadi akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki hukum. Dengan adanya praktik tersebut, Megawati menilai kecurangan pemilu sudah dimulai.

Rasa resah para tokoh nasional dan elite politik tersebut tidak bisa dimungkiri mencerminkan kecemasan publik. Masyarakat menyaksikan bagaimana anak dan mantu Presiden Jokowi mendapatkan karpet merah ke kursi-kursi kekuasaan.

Yang paling mengusik ketika sang putra mahkota Gibran Rakabuming Raka melenggang ke ajang pilpres dengan jalan yang tercipta oleh tangan Paman Anwar Usman, Ketua Mahkamah Konstitusi. Sang Paman terbukti melakukan pelanggaran berat kode etik, tetapi pencawapresan Gibran tetap sah.

Dengan orkestrasi politik yang mengandalkan segala cara, akankah pemilu Februari mendatang berjalan tanpa kecurangan? Wajar bila kemudian muncul kekhawatiran masih akan banyak cawe-cawe Presiden dan jajarannya. Hal itu mengingat segala manipulasi yang dijalankan tujuannya tentu untuk memenangkan Gibran yang dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

Dalam ungkapan keresahan setiap tokoh selalu diselipkan pesan agar penguasa kembali ke rel demokrasi yang sehat, jujur, dan adil sebagaimana amanat Pasal 22E ayat 1 UUD 1945. Presiden Jokowi masih punya waktu untuk memperbaiki kesemrawutan politik dan hukum di sisa kekuasaannya.

Selama 9 tahun pemerintahannya, Presiden Jokowi telah menorehkan prestasi pembangunan yang luar biasa untuk kemajuan bangsa. Jangan sampai ternodai oleh nafsu kekuasaan dengan ngotot memperjuangkan kemenangan anak tercintanya tanpa peduli menabrak moral dan etika, hingga mengobrak-abrik hukum.

Kita berharap Presiden Jokowi mewariskan legasi yang akan dikenang sepanjang masa dan membanggakan bagi generasi penerus bangsa untuk menyongsong Indonesia maju, berdaulat, bermartabat, adil, dan makmur.

Dari pemilu ke pemilu bangsa ini seharusnya semakin dewasa berpolitik. Bukan politik kekanak-kanakan yang mengedepankan kepentingan anak dari pada kepentingan bangsa dan negara.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal