Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Dramaturgi Jokowi

07/11/2023 21:00

PRESIDEN Joko Widodo berharap adanya pertarungan ide dan gagasan pada Pilpres 2024. Namun, sayangnya, kata dia, yang terjadi saat ini justru terlalu banyak dramanya. “Saya melihat akhir-akhir ini terlalu banyak dramanya, mestinya kan pertarungan gagasan, mestinya pertarungan-pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot semua kita,” ujarnya saat memberi sambutan dalam acara HUT ke-59 Golkar di Jakarta, Senin (6/11).

Entah apa ‘drama’ yang dimaksud Jokowi, entah perasaan siapa pula yang dia sebut. Kalau drama di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait putusan aturan batasan usia bacapres/bacawapres yang telah telanjang dipertontonkan di muka publik, itu jelas telah melukai perasaan dan rasa keadilan masyarakat. Putusan penjaga konstitusi yang dipimpin Anwar Usman memberikan karpet merah untuk keponakannya, Gibran Rakabuming Raka, untuk berkontestasi dalam Pilpres 2024.

Perasaan publik juga terluka ketika sejumlah menteri dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden bergabung dalam tim sukses pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Jika Jokowi ingin pemilu benar-benar berkualitas, seharusnya ia tegas perintahkan para menteri dan Wantimpres itu mundur agar tidak bias. Lagi pula, apakah elok mereka berkampanye untuk paslon yang di dalamnya ada anak Presiden, sementara mereka masih berstatus sebagai pembantu sang ayah di pemerintahan? Betul semua pasangan calon atau kontestan ingin menang, tapi tetap harus mengedepankan sportivitas dan etika.

Kondisi pada tahun politik seperti drama dan sinetron sehingga bisa mengoyak perasaan publik harus dihentikan dan berganti dengan pertarungan gagasan. Sejatinya kontestasi pilpres adalah pertarungan gagasan, ide yang orisinal, autentik, dan progresif. Bukan gagasan yang menyontek dari pendahulu atau dari lawan politik. Negeri ini butuh gagasan cemerlang untuk menuju negara maju dan bisa bersaing dengan negara-negara lebih maju lainnya.

Konsistensi antara omongan dan perbuatan barangkali mungkin telah menjadi barang langka di negeri ini. Integritas, sebagai salah satu kriteria kualitas pemimpin, telah lama hilang. Yang menonjol ialah hipokrisi, lain di bibir lain di hati. Rakyat butuh pemimpin yang dapat menjadi teladan, pemimpin yang konsisten antara kata dan perbuatan. Satu hal yang juga harus diingat, rakyat kini juga semakin cerdas, bukan lagi sekadar penonton pasif yang mudah dibuai dan diperdaya dengan permainan kata-kata sang sutradara dan penulis cerita.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.