Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Petaka Deindustrialisasi

04/11/2023 12:39
Petaka Deindustrialisasi
(MI/DUTA)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui Indonesia dan negara lain di dunia telah mengalami deindustrialisasi. Penyebabnya ialah perkembangan digitalisasi dan industri jasa yang jauh lebih pesat ketimbang industri manufaktur.

Sri Mulyani yang merupakan salah satu menteri srikandi Jokowi di dua periode kepresidenan tersebut memperkuat penjelasan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebelumnya. Mereka sama-sama berbasiskan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Deindustrialisasi ialah kondisi industri tidak dapat berperan sebagai basis pendorong utama perekonomian suatu negara. BPS mencatat kontribusi industri manufaktur terhadap PDB pada 2008 mencapai 27,8%. Hanya, setelah itu terjadi tren menurun. Mulai pada 2010 sebesar 22%, 2020 menjadi 19,8%, dan pada triwulan II tahun 2023 mencapai 18,25%.

Berdasarkan catatan BPS, kontribusi industri terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional memang terus menurun. Selain kontribusi ke PDB, persoalan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, peningkatan pekerja informal, dan pembengkakan utang negara, menjadi penanda deindustrialisasi.

Di masa pemerintahan Joko Widodo, pertumbuhan rata-rata stagnan di 5%. Pengangguran menurun, tetapi meningkatkan pekerja informal. Adapun rasio utang negara terhadap PDB dari 2014 sebesar 24,68% menjadi 39,48% di akhir 2022. Dengan demikian, bagi ekonom Faisal Basri, Indonesia nyata-nyata sudah memasuki deindustrialisasi.

Pandangan itu berhadapan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang berulang kali menepis analisis ataupun anggapan ancaman deindustrialisasi. Alasannya, kontribusi sektor manufaktur ke PDB masih tertinggi jika dibandingkan dengan sektor lainnya.

Agus memastikan industri masih tumbuh dengan baik dan berada di level ekspansi. Acuannya ialah Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI).

Bantah-membantah dalam hal deindustrialisasi sebenarnya bukan barang baru. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebenarnya pernah mengingatkan gejala deindustrialisasi. Tepatnya pada 14 Januari 2019. Saat itu, Prabowo masih menjadi kompetitor Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jusuf Kalla yang saat itu menjabat wakil presiden juga membantah Prabowo. Kalla mengungkapkan argumentasi yang sama dengan Agus Gumiwang, yakni industri masih berkontribusi tertinggi terhadap PDB jika dibandingkan dengan sektor lainnya.

Hanya, kali ini yang saling membantah sama-sama masih menjabat sebagai pembantu Presiden Joko Widodo. Sri Mulyani seakan mengungkapkan pil pahit adanya ancaman terhadap bangsa.

Akan tetapi, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa masalah deindustrialisasi sudah dan terus berlangsung di hampir 10 tahun kepemimpinan Jokowi. Berarti belum ada solusi jitu oleh pemerintah selama nyaris satu dekade terakhir.

Upaya industrialisasi yang dijalankan pemerintah nyata-nyata belum mampu menjawab persoalan. Belum ada industri manufaktur unggulan yang lahir dari rezim ini.

Saat kurang dari setahun sisa masa pemerintahan saat ini, Sri Mulyani mengakui ancaman deindustrialisasi di Tanah Air. Dari pengakuan itu, semoga pemerintah mempersiapkan peta jalan industrialisasi secara komprehensif, tidak cuma menampilkan sifat defensif.

Publik tentu berharap rezim ini tidak meninggalkan masalah kalaupun belum memiliki legasi. Agar jangan sampai pemerintahan berikut berhadapan dengan bom waktu.


 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.