Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Dinasti Tenggelamkan Netralitas

01/11/2023 21:00

PERJAMUAN makan siang Presiden Joko Widodo dengan ketiga calon presiden, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, serta arahannya kepada aparatur sipil negara dan penjabat kepala daerah agar bersikap netral dalam Pemilu 2024 tampaknya sia-sia ketika Presiden Jokowi tak bisa melepaskan diri dengan relawannya yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Presiden Jokowi menemui relawan pendukungnya yang tergabung dalam Arus Bawah Jokowi di sela-sela kunjungan kerja di Bali, Selasa (31/10).

Dalam pertemuan itu, pihak Arus Bawah Jokowi juga mengutarakan bahwa mereka mendukung Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024. Alasannya, kata relawan Arus Bawah Jokowi, Gibran akan membuka pintu bagi anak-anak muda untuk berkiprah di dunia politik.

Tak hanya itu, kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Bali juga diwarnai pencopotan baliho pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh aparatur setempat. Bantahan, sanggahan, serta imbauan berbusa-busa Jokowi kepada pejabat negara agar netral jelas tidak tergambar di lapangan. Justru fakta-fakta sebaliknya yang makin mengental.

Misalkan, Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni, yang membuat postingan terkait kunjungan dinasnya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, di akun beberapa waktu lalu. Pada postingan itu, ia mengabarkan tujuan ke Kupang untuk membagikan sertifikat PTSL dan wakaf dengan disertai hastag Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Belum lagi aksi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Trasmigrasi (Wamendes PDTT) Paiman Raharjo yang memimpin sebuah rapat untuk memenangkan Gibran. Ajakan ini dinilai tidak etis, mengingat jabatannya sebagai bagian dari pemerintah.

Karena itu, patut dipertanyakan tujuan ancaman Jokowi yang akan memberikan sanksi bagi pejabat yang tidak netral. Jika serius untuk menghukum pejabat 'miring-miring' itu, copot dulu para pembantu presiden yang terang-terangan mengampanyekan Prabowo-Gibran.

Tidak perlu lagi Jokowi berpidato panjang lebar soal netralitasnya. Upaya menyelamatkan demokrasi lebih butuh aksi, bukan sekadar narasi. Jokowi tidak perlu lagi merawat relawan pendukungnya yang jelas-jelas menjadi kelompok terdepan mengusung Prabowo-Gibran.

Presiden harus menyadari bahwa akar masalah yang akan merusak demokrasi ialah politik dinasti yang mengangkangi konstitusi sehingga Mahkamah Konstitusi pun diduga diperalat untuk memuluskan sang anak, Gibran Rakabuming Raka, menuju kontestasi Pilpres 2024.

Nama Wali Kota Solo di pentas Pilpres 2024 itu jelas menjadi pertaruhan netralitas Kepala Negara. Presiden Jokowi yang mestinya tegak lurus untuk berada di atas semua kandidat capres/cawapres justru terbebani dengan kandidasi anaknya. Politik dinasti dan nepotisme ialah sami mawon. Keduanya kanker bagi sebuah negara demokrasi.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.