Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Prioritaskan Penyelamatan Sandera

02/3/2023 05:00
Prioritaskan Penyelamatan Sandera
Ilustrasi MI(MI/Duta)

NEGARA berkewajiban dan harus mampu melindungi setiap jengkal kedaulatan wilayahnya. Kemampuan itu kini diuji dengan kasus penyanderaan Kapten Philip Mark Merthens oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Terhitung, sudah 22 hari, pria warga Selandia Baru itu masih berada di tangan penculiknya. Meskipun warga negara asing, Merthens tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia karena ia diculik di wilayah NKRI dan bekerja untuk sebuah maskapai swasta dalam negeri.

Kasus kekerasan yang juga disertai penyanderaan di Papua bukan kali pertama terjadi. Pada 2017 silam, ratusan orang di Kampung Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Papua, juga disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Aparat gabungan TNI dan Polri kemudian berhasil membebaskan sebanyak 347 sandera yang merupakan warga pendatang dan masyarakat setempat tersebut. Itu artinya, mereka tidak akan pernah tinggal diam dan berpangku tangan atas keselamatan masyarakat.

Apa pun motifnya, penyanderaan, apalagi terhadap warga sipil, merupakan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengecut. Menjadikan warga sipil sebagai sandera untuk menekan dunia internasional agar memberi perhatian terhadap permasalahan di Papua bukanlah langkah yang bijak.

Dengan menyandera, kelompok bersenjata itu telah melanggar hak asasi manusia dan merampas kemerdekaan orang lain. Apalagi, sang pilot tidak terkait langsung dengan konflik yang dipersengketakan.

Kita tentu sangat memaklumi permasalahan di Papua amatlah kompleks, terutama mengenai ketidakadilan di bidang sosial maupun ekonomi. Namun, pemerintah selama ini telah dan terus berupaya memperbaikinya, termasuk dengan membenahi berbagai fasilitas infrastruktur.

Akselerasi pemerataan pembangunan oleh pemerintah, termasuk di Papua, merupakan upaya menghadirkan keadilan dari Sabang sampai Merauke. Semangat pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan semestinya disambut baik oleh semua pihak.

Perkara masih ada yang belum puas, sebaiknya dibicarakan bersama bukan dengan kekerasan bersenjata, termasuk oleh pihak keamanan. Pendekatan diplomasi politik maupun budaya mungkin lebih tepat digunakan di Papua ketimbang pendekatan kekerasan yang pada akhirnya membuat rakyat sengsara.

Oleh karena itu, kita amat mengapresiasi pernyataan Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda Kisdiyanto yang menegaskan bahwa pihaknya masih mengutamakan pendekatan lunak untuk menangani KKB yang menyandera pilot Susi Air.

Namun, jangan disalahartikan sikap soft ini sebagai lembek atau tidak tegas terhadap para penyandera tersebut. Mungkin TNI ingin mengupayakan langkah diplomasi terlebih dahulu daripada cara-cara kekerasan. Kita tentu percaya, pemerintah Indonesia (bersama Selandia Baru) pun tidak tinggal diam atas kasus penyanderaan ini. Apalagi, ini menyangkut nyawa manusia.

Bukan seberapa besar jumlah dan dari mana asalnya, tapi ini terkait kedaulatan wilayah suatu negara yang tidak boleh seorang pun mengusik, apalagi mendikte dan ingin mengatur sesukanya. Intinya, jangan pernah kendur menghadapi aksi kelompok bersenjata yang ingin terus merongrong kedaulatan negeri ini. Penyelamatan dan keselamatan sandera tetap harus menjadi prioritas.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.