Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kabinet tanpa Bising

19/10/2019 05:05

PENYUSUNAN dan penentuan nama-nama menteri dalam kabinet sepenuhnya menjadi hak Presiden Joko Widodo. Presiden yang akan memilih para eksekutor program kerjanya itu tanpa diintervensi dari pihak mana pun. Ketika seseorang dipilih, di situlah ruang pengabdian selama lima tahun.

Tidak hanya dari kalangan profesional, Jokowi tentu sudah memastikan kader-kader parpol yang dipilihnya ialah sosok yang cakap dan profesional di bidangnya. Para menteri yang nantinya terpilih harus mampu me­­nerjemahkan apa yang dimaksud Presiden, kemudian membuat inovasi agar dapat dilaksanakan.

Jokowi pernah menyampaikan kabinet periode keduanya diisi 55% dari profesional dan 45% dari partai politik. Komposisi itu dipandang ideal untuk menjembatani kepentingan partai-partai pendukung sekaligus menjalankan program kerja, terutama di bidang politik dan hukum, perekonomian, dan penguatan SDM.

Sudah menjadi harapan rakyat, susunan kabinet diisi orang-orang yang dipilih berbasiskan keahlian dan profesionalitas sehingga upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan bernegara pun akan lebih mudah terwujud.

Elemen pokok lainnya yang tidak kalah penting soal loyalitas. Baik profesional maupun kader partai harus menanggalkan loyali­tas kepada partai atau kelompoknya. Hanya satu kepatuhan yang wajib mereka pegang, yakni patuh kepada Presiden.

Menteri harus meninggalkan label politikusnya. Di kabinet mi­­si­nya pengabdian, bukan kepentingan golongan atau bahkan pri­badi. Tugas utama para menteri Kabinet Kerja mestinya me­realisasikan visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Para menteri harus betul-betul paham fatsun. Ketika duduk di kabinet, tidak ada lagi visi-misi menteri, yang ada ialah visi-misi Presiden-Wakil Presiden agar semuanya betul-betul berada dalam satu visi, satu tujuan, dan satu jalur.

Jangan sampai ada personel kabinet yang membawa agenda sendiri. Misalnya, tidak boleh ada menteri setelah dilantik tiba-tiba mengibarkan bendera mau jadi presiden 2024. Semua harus setia dalam lima tahun ke depan.

Kepentingan-kepentingan sendiri inilah yang kerap menimbul­kan polemik dan kontroversi di ranah publik. Tentu semua ele­men bangsa ini tidak mau lagi melihat kegaduhan, cekcok antarmenteri di internal kabinet hanya karena berbeda kepentingan.

Publik ingin orkestra pemerintahan harmonis, jangan ada nada-nada sumbang yang membuat jalannya pemerintahan berantakan. Begitu pula dengan partainya, kelompoknya. Begitu kadernya ada yang masuk kabinet, artinya mereka sudah menjadi bagian dari koalisi pemerintah.

Jokowi menggambarkan Kabinet Indonesia Kerja jilid II ini dengan kata ‘kecepatan’. Mestinya, fokus kabinet hanya untuk bekerja, bekerja sesuai dengan garis-garis yang ditargetkan Presiden dan Wakil Presiden agar tidak bising.



Berita Lainnya
  • Stabilitas Harga BBM hanya Awal

    02/4/2026 05:00

    KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.

  • Evaluasi Pengiriman Prajurit TNI

    01/4/2026 05:00

    GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.

  • Kembalikan Akal Sehat Kasus Amsal Sitepu

    31/3/2026 05:00

    RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.

  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone