Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Ratusan orang dengan mengenakan pakaian adat melakukan kirab budaya dari Fakulltas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menuju salah satu kawasan hutan kota di kampus tersebut. Mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih 1km. Kegiatan yang dipusatkan dekat gerbang utama UI itu, merupakan bagian dari "Sedekah Hutan Universitas Indonesia 2024."
Acara yang digagas komunitas Bakul Budaya FIB UI dan Makara Art Center UI dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni mendatang. Selain kirab budaya, acara yang digelar pada Sabtu (1/6), diisi dengan penanaman pohon, pelepasan ratusan ekor burung dan ikan ke salah satu danau di lingkungan UI.
Menurut Dewi Marhaneni, ketua Bakul Budaya FIB UI, acara Sedekah Hutan tahun ini mengambil tema "Upaya pelestarian lingkungan melalui kearifan lokal dan gaya hidup yang berkelanjutan (Ramah dari Rumah)".
Baca juga : Studi Terbaru Temukan 37% Kematian Disebabkan Cuaca Ekstrem
“Melalui rangkaian acara ini kami ingin mengajak masyarakat lebih welas asih kepada jagat semesta, mengingat di tahun ini banyak sekali bencana alam yang menimpa Ibu Pertiwi.”
Melalui Sedekah Hutan, kata dia, masyarakat akan diperkenalkan bagaimana masyarakat adat di Nusantara dengan ritual dan tradisinya melindungi alam, khususnya hutan. “Kita juga akan mengenal berbagai kegiatan ramah dari rumah, terutama dalam pengelolaan sampah, yang pasti menarik.”
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerin LIngkungan Hidup Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, tema kegiatan Sedekah Hutan yang digagas Bakul Budaya FIB UI dan Makara Art Center ini sangat menarik, karena permasalahan sampah menjadi salah satu hal krusial yang mesti ditangani untuk melestarkan dan merawat lingkungan.
Baca juga : Debat Cawapres Belum Tunjukkan Pemahaman Terhadap Isu Krisis Iklim
“Masyarakat memang mesti terus diedukasi betapa sampah yang kita hasilkan sehari-hari dapat berdampak buruk pada planet ini, jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIB UI Dr. Taufik Asmiyanto mengatakan menjaga kelestarian hutan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi suhu bumi yang kini semakin meningkat. “Kita semua tahu emisi yang terus meningkat telah menyebabkan penasan global, dan salah satu fungsi hutan adalah untuk menekan emisi karena dapat menyerap karbon,” paparnya.
Untuk diketahui, Kegiatan Sedekah Hutan UI 2024 diselenggarakan pada 1 Juni 2024 sampai dengan 5 Juni 2024 dengan berbagai acara yang terbuka untuk umum. Selain kirab budaya, juga akan digelar Bincang-Bincang dan Workshop Ecobrick pada 2 Juni 2024, Bincang-Bincang dan Workshop Upcycle ( 3 Juni), Bincang-Bincang dan Workshop Pembuatan Kompos ( 4 Juni ) di Makara ASrt Center. Adapun acara puncak sekaligus penutupan Sedekah Hutan UI 2024 akan digelar pada 5 Juni 2024. (M-3)
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Seorang guru, Beryl Hamdi Rayhan, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Penghijauan wilayah pesisir menjadi langkah penting untuk menahan laju abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved