Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LAHIR dari pasangan penulis, Putri Salsabila juga besar menjadi penulis. Sejak belia, ia sudah menulis beberapa judul buku. Seperti Kecil-Kecil Punya Karya: Dunia Caca, The Cute Little Ghost: Hantu-Hantu Imut, Cool Skool, My Candy, My Crystal, dan kolaborasinya bersama sang ibu, Asma Nadia dan ayah Isa Alamsyah, serta sang adik, Adam Putra Firdaus, buku Anak Penangkap Hantu.
Kesuksesan novel tersebut pun kini diangkat ke layar lebar lewat film Petualangan Anak Penangkap Hantu (PAPH), produksi MNC Pictures yang disutradarai Jose Poernomo. Novel yang diangkat ke dalam film tersebut berkisah tentang petualangan anak-anak yang menginvestigasi misteri tentang keanehan yang terjadi di suatu desa, dan diduga hantu.
Bagi Salsa, atau yang akrab disapa Caca, dalam menulis cerita anak-anak, perlu memperhatikan sudut pandang sebagai anak-anak. Menurutnya, juga perlu banyak referensi bukan saja dari buku-buku anak tapi juga para anak yang ada di sekitar.
Baca juga: Sinemaku Pictures Umumkan Tiga Judul Film Baru Tayang 2024
“Dulu, saat belajar menulis tentunya aku masih anak-anak. Masih punya pikiran dan mimpi yang liar, kalau jadi anak itu oh, bisa pakai gawai, melakukan hal-hal yang sporty, dan ketika aku makin besar, aku tetap mencoba dekat dengan sisi kanak-kanak tersebut,” kata Caca dalam konferensi pers film Petualangan Anak Penangkap Hantu di XXI Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat, (12/1).
Saat tumbuh dewasa, Caca menyebut memang ada tendensi ketika menulis cerita anak-anak ada tendensi untuk melihat dari perspektif orang dewasa yang menurutnya cenderung mengesampingkan kreatifitas anak-anak. Namun, dengan menjaga interaksi bersama anak-anak menurutnya bisa mengetahui hal apa saja yang tetap menarik dari sisi mereka.
Baca juga: Serial Komedi Kacau Raditya Dika, Bicara Klub Komedi dan Pernikahan
Di cerita Anak Penangkap Hantu, Caca mengungkapkan ia ingin menampilkan anak-anak pemberani. Cerita tersebut sebenarnya bermula dari sang adik. Hingga akhirnya dieksekusi bersama keluarga.
“Kami ingin tampilkan anak-anak pintar dan pemberani. Dari cerita dan ide yang di-brainstorm bersama keluarga, lalu jadi buku, dan kini jadi film layar lebar tentnunya sangat menyenangkan. Harapannya apa yang ada di cerita ini bisa tersampaikan ke anak-anak,” lanjut Caca.
(Z-9)
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved