Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Minggu 6/8), seekor paus biru raksasa yang memiliki panjang sekitar 30 meter, terdampar di sebuah pantai di selatan Cile. Menurut pihak berwenang, hewan itu diperkirakan telah mati sejak di laut sebelum bangkainya terdampar di pantai.
Penduduk kota Ancud, di pulau Chiloe, pertama kali melihat mamalia laut raksasa itu Sabtu pagi di pantai samudra Pasifik sekitar 1.000 kilometer (620 mil) selatan ibu kota Santiago. Agen dari badan perikanan nasional Cile, Sernapesca, yang dikirim untuk menyelidiki, mengonfirmasi bahwa bangkai itu adalah "cetacean besar dari keluarga Balaenopteridae.
Mereka kemudian memposting gambar paus bitu itu di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). "Kami membantu mengidentifikasi spesimen dan, berdasarkan bukti awal, itu adalah paus biru," tambah agensi tersebut.
Direktur regional Sernapesca Cristian Hudson mengatakan "Melihat kondisinya, paus itu pasti mati di laut beberapa waktu lalu dan bangkainya hanyut ke sini."
Kelompok lingkungan hidup itu mencatat bahwa perairan daerah itu banyak digunakan oleh industri perikanan dan lalu lintas maritim. Mereka menyerukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian paus tersebut.
Menurut Pusat Konservasi Cetacean (CCC) Cile, keluarga Balaenopteridae, atau rorqual, mencakup beragam spesies, mulai dari paus minke setinggi sembilan meter (30 kaki) hingga paus biru yang memiliki panjang 30 meter dan dianggap sebagai hewan terbesar di Bumi.(AFP/M-3)
stres oksidatif memicu berbagai penyakit pada hewan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan pada tubuh
Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Kesejahteraan hewan (animal welfare) semakin menjadi isu global karena implikasinya terhadap etika, lingkungan, kesehatan publik, hingga ekonomi.
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Bumi menyimpan berbagai hewan dengan bentuk dan perilaku yang begitu unik hingga sulit dipercaya bahwa mereka benar-benar ada.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Senyawa alami memiliki keragaman struktur kimia dan mekanisme aksi yang menjadikannya sumber utama dalam pengembangan agen preventif penyakit kronis.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
MOMEN Global Climate Change Week 2025 (GCCW2025) yang berlangsung setiap akhir Oktober menjadi pengingat pentingnya kontribusi semua pihak untuk menekan laju perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved