Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Empat Makhluk Mikroskopis Terungkap di Hutan Tiongkok

Thalatie K Yani
10/2/2026 14:00
Empat Makhluk Mikroskopis Terungkap di Hutan Tiongkok
Ilustrasi(earth)

DI bawah lapisan daun kering dan tanah yang menyelimuti lantai hutan Tiongkok, tersimpan sebuah dunia yang selama ini luput dari pandangan manusia. Baru-baru ini, para ilmuwan berhasil mendokumentasikan empat spesies baru springtail. Makhluk mirip serangga berukuran sangat kecil yang memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Penemuan ini terungkap di Cagar Alam Nasional Yintiaoling (YNNR), sebuah kawasan hutan pegunungan terpencil di barat daya Tiongkok. Temuan ini tidak hanya menambah daftar keanekaragaman hayati negara tersebut, tetapi juga memetakan ulang persebaran genus Lepidosira yang sebelumnya dianggap tidak ada di daratan utama Tiongkok.

Pahlawan Kecil Ekosistem Tanah

Springtail, atau secara biologis dikelompokkan dalam kelas Collembola, adalah artropoda tanah yang berkerabat dekat dengan serangga. Meski ukurannya lebih kecil dari sebutir beras (kurang dari 2,5 milimeter), mereka adalah "mesin" pengurai alami.

Dengan memakan jamur dan mikroba, springtail mempercepat pembusukan serasah tanaman dan membantu partikel tanah menggumpal menjadi remah-remah yang stabil. Aktivitas mereka menciptakan pori-pori mikro di tanah yang sangat penting bagi aliran air dan nutrisi di hutan.

Teknologi "Barcode" DNA Ungkap Identitas

Penelitian yang dipimpin oleh Xiaowei Qian dari Nantong University (NTU) ini menggunakan pendekatan ganda untuk mengidentifikasi para penghuni baru tersebut. Mengandalkan pengamatan mikroskop saja sering kali mengecoh, karena warna tubuh springtail bisa berubah seiring usia atau kondisi lingkungan.

Oleh karena itu, tim menggunakan teknik DNA barcoding untuk membaca tag genetik identitas mereka.

"Deskripsi asli dari banyak spesies awal tidak menyertakan pola bulu tubuh (chaetotaxy) dan terutama didasarkan pada pola warna mereka," tulis Qian.

Untuk menghindari kesalahan identitas, tim mencocokkan data genetik dengan peta pola bulu tubuh yang lebih konstan, memastikan setiap spesies mendapatkan nama yang tepat dan unik.

Menata Ulang Peta Biologi

Sebelum penemuan ini, genus Lepidosira lebih banyak ditemukan di wilayah Oseania, Indonesia, Jepang, dan Vietnam. Kehadiran empat spesies baru di Chongqing ini memaksa para taksonom untuk memikirkan kembali bagaimana genus ini menyebar di Asia.

Selain menamai spesies baru, para peneliti juga memperbarui "kunci identitas". Panduan langkah demi langkah bagi pekerja lapangan untuk membedakan kelompok springtail. Alat ini diharapkan dapat mempercepat deteksi spesies unik lainnya di masa depan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Deutsche Entomologische Zeitschrift ini mengingatkan kita kehidupan di bawah kaki kita masih menyimpan banyak kejutan. Survei lebih lanjut di lapisan serasah hutan yang terabaikan berpotensi mengungkap lebih banyak hewan kecil yang selama ini menjaga kesehatan bumi dalam diam. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya