Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kematian burung secara besar-besaran di pantai Meksiko, mengikuti fenomena serupa di Peru dan Cile yang terjadi baru-baru ini, kemungkinan besar disebabkan oleh pemanasan perairan Samudra Pasifik.
Kementerian pertanian dan kementerian lingkungan Meksiko menepis kemungkinan virus AH5N1 (yang menjadi penyebab flu burung) dan menetapkan bahwa hewan-hewan itu mati lantaran kelaparan.
"Penyebab yang paling mungkin dari peristiwa epidemiologis ini adalah menghangatnya perairan Samudera Pasifik, akibat pengaruh fenomena iklim El Nino," kata mereka dalam pernyataan bersama, Jumat (16/6). Menurut kedua kementerian itu, pemanasan permukaan peraiaran Pasifik menyebabkan ikan menyelam lebih dalam, sehingga membuat burung kesulitan memburu mereka.
Baca juga : Pemanasan Global Jadi Tantangan Baru Pariwisata Dunia
“Fenomena cuaca El Nino, umumnya terkait dengan kenaikan suhu global, terjadi rata-rata setiap dua hingga tujuh tahun dan pengaruhnya sudah terasa,” demikian Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengumumkan minggu lalu.
Di Meksiko, unggas yang mati, terutama di antaranya Buller's Shearwater, spesies yang rentan, yang hidup di lepas pantai dan berkembang biak di pulau-pulau, serta di antara burung camar dan pelikan.
Burung liar ini biasanya mati di lepas pantai dan terdampar oleh arus laut, menurut pernyataan yang sama, yang mengatakan penelitian sedang berlangsung.(AFP/M-3)
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
SELURUH aktivitas kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, resmi ditutup total hingga (27/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto.
Kereta api batal karena cuaca ekstrem dan banjir? Penumpang berhak refund penuh. Berikut panduan klaim refund tiket KAI dengan mudah.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 16 perjalanan kereta api akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved