Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Kehadiran ChatGPT yang menggemparkan dunia enam bulan lalu telah memacu perlombaan pemanfaatan artificial intelligence/AI atau kecerdasan buatan di antara perusahaan raksasa teknologi.
Kehadiran teknologi tersebut juga telah mengguncang industri film. Di sela Festival Cannes, topik ini jadi bahan diskusi para insan sinema dunia. Penggunaan AI untuk menulis skrip adalah salah satu perhatian utama di antara para penulis naskah film dan TV di Hollywood, yang beberapa pekan lalu mogok kerja menutut upah yang lebih tinggi.
Namun, teknologi AI tidak hanya mengancam penulis naskah tapi juga merevolusi segalanya, mulai dari akting, suara, menganalisis skrip, hingga membuat mock-up adegan, bahkan sebelum pengambilan gambar.
"Hal-hal baru diciptakan setiap hari," kata Quinn Halleck, pembuat film berusia 25 tahun yang akan merilis film pendek tiga bagian berjudul ".Sigma 001", tentang makhluk AI yang berakal.
"Ini bukan menyangkut satu alat, ini semacam tersebar di seluruh proses alur kerja," katanya kepada AFP di sela-sela panel tentang AI.
“Kita bisa menanyakan ChatGPT seperti apa karakternya, seperti apa latar belakangnya, dan "membongkar" itu untuk menciptakan ide,” imbuhnya.
Meski beberapa peran asisten mungkin hilang, dia yakin seorang sutradara sungguhan (manusia) tetap penting. "Anda masih harus memunculkan ide, Anda harus membuat petunjuknya dan memilih jawabannya."
Teknologi deepfake
Festival film terkemuka dunia, yang berlangsung di French Riviera, Prancis itu, disuguhi bagaimana AI telah menghilangkan penuaan Harrison Ford, 80, tokoh utama dalam film "Indiana Jones dan Dial of Destiny", yang diputar perdana di festival itu.
Aktor seperti Tom Hanks juga percaya AI akan memungkinkannya untuk terus berakting lama setelah kematiannya. Di filmnya yang akan datang Here, Hanks juga akan terlihat muda dengan bantuan teknologi deepfake, face-swapping dari perusahaan AI Metafisika.
Co-founder perusahaan Tom Graham mengatakan “Teknologi telah menjembatani apa yang disebut jurang luar biasa, penolakan manusia terhadap android yang kurang realistis dan sekarang menciptakan deepfake di mana Anda benar-benar tidak dapat membedakannya.”
Sebuah akun TikTok, membuat Deepfake Tom Cruise yang meniru aktor tersebut dengan sempurna, dan juga menciptakan Elvis Presley yang sangat nyata dan berubah menjadi Simon Cowell dan rekan jurinya di sebuah episode "America's Got Talent".
Sementara para pembuat film dipenuhi dengan kegembiraan atas potensi teknologi ini, pertanyaan tentang penyalahgunaannya membayangi sesi diskusi tersebut.
"Serangkaian teknologi ini mewakili, Anda tahu, serangkaian perubahan sosial tektonik seperti revolusi industri, yang akan terjadi selama 20-50 tahun ke depan dan orang-orang harus khawatir tentang apa yang terjadi," kata Graham kepada AFP.
"Sayangnya, saya tidak percaya bahwa Anda dapat menghentikan kemajuan teknologi karena sebagian besar bersifat open source. Tidak ada yang bisa dihentikan," imbuhnya.
"Anda harus mencoba untuk memiliki dan mengontrol hak atas data biometrik Anda, suara Anda, penampilan Anda, dan benar-benar menguncinya," sarannya.
Kloning suara
Selain dapat merekayasa wajah, AI juga dapat mengkloning suara seseorang. Magdalena Zielinska dari ElevenLabs di Polandia bahkan mengklaim telah menciptakan suara AI paling ekspresif. Berbeda dengan suara robot AI di masa lalu, teknologi ini telah belajar meniru kecepatan dan intonasi suara manusia.
Dia mengatakan alat tersebut memungkinkan sutradara untuk melihat bagaimana sebuah adegan akan terdengar, atau pengiklan untuk melihat suara seperti apa yang paling sesuai dengan klien. Hal ini , menurutnya, juga dapat digunakan untuk memperbaiki masalah pascaproduksi.
Zielinska mengatakan teknologi tersebut memungkinkan seorang aktor melisensikan suara mereka dan melakukan lebih banyak proyek pada waktu yang bersamaan.
Sutradara Prancis Mathias Chelebourg meramalkan bahwa 90% dari keseluruhan produksi pada akhirnya akan dilakukan oleh AI di lokasi syuting. "Rekrut sekarang seorang spesialis AI di tim Anda, apa pun pekerjaan Anda, dan pekerjakan sekarang, karena dalam satu tahun Anda akan menyesalinya," ujarnya memperingatkan. (AFP//M-3)
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
Melalui Qonnect+ 2026, Qoala Plus memberikan edukasi atas gambaran pertumbuhan industri asuransi umum dengan faktor pendorong pertumbuhan premi dan dinamika perusahaan asuransi.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Kelas Pintar luncurkan fitur AI terbaru: Classroom Activity Generator & Instant Doubt Solver untuk revolusi pendidikan digital yang lebih cepat dan pintar.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved