Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kesadaran merawat tubuh semakin meningkat di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat modern perkotaan. Tak lagi hanya sebatas wajah, bentuk perawatan tubuh dan kulit semakin meluas ke bagian tubuh lainnya seperti ketiak. Ketiak merupakan bagian tubuh yang kerap diabaikan tetapi sebenarnya penting untuk dirawat.
Dermatologis asal AS, Alicia Zalka, mengatakan ketiak membutuhkan perawatan khusus. Diantaranya karena kebersihan ketiak akan memengaruhi kebersihan tubuh secara umum. Ketiak yang tidak terawat beresiko besar membuat seseorang memiliki bau badan tidak sedap. Dari segi penampilan, perawatan yang tidak tepat akan membuat ketiak terlihat kusam, kehitaman, hingga iritasi.
"Ketiak merupakan salah satu bagian penting bagi manusia mengeluarkan keringat. Karena itu juga lebih rentan iritasi dan berbau karena juga menjadi tempat berkembang pesatnya bakteri," ujar Zalka, dilansir dari Vogue, Kamis, (13/4).
Baca juga: Dengan Inovasi, Waxing Beri Manfaat Lebih untuk Kesehatan Kulit
Agar tidak salah dalam melakukan perawatan ketiak, berikut ini lima cara yang bisa dilakukan menurut Alicia Zalka.
1. Bersihkan Secara Rutin
Ketiak adalah salah satu bagian sensitif tubuh. Kulit ketiak lebih mudah iritasi dan mengalami masalah lain seperti perubahan warna dan pengelupasan. Karena itu, melakukan pembersihan ketiak, misalnya dengan mandi menggunakan sabun harus dilakukan secara rutin. Ia merekomendasikan mencuci ketiak menggunakan sabun satu kali dalam satu hari.
Baca juga: Ketiak Tetap Bau Saat Sudah Pakai Deodoran? Yuk Simak Caranya
Mandi atau membersihkan ketiak dengan sabun lebih dari satu kali sehari juga tidak disarankan, kecuali jika habis berolahraga atau melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak keringat. Itu karena paparan sabun berlebihan justru bisa membuat kulit ketiak lebih kering dan rentan iritasi.
2. Exfoliasi Berkala
Sama seperti wajah, kulit ketiak juga berpotensi mengalami masalah seperti berminyak, pori-pori tersumbat kotoran, berjerawat, hingga bisul. Untuk mencegah hal-hal itu terjadi, disarankan untuk melakukan exfoliasi atau pengikisan sel kulit mati secara berkala. Exfoliasi bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis produk seperti lulur, scrub, atau toner yang mengandung zat aktif AHA, BHA, atau PHA.
3. Mencukur dengan Hati-hati
Menghilangkan bulu ketiak juga menjadi hal yang riskan akan iritasi. Khususnya jika dilakukan dengan cara mencukur. Karena itu, jika ingin mencukur bulu ketiak pastikan pilih alat mencukur berkualitas yang tidak beresiko melukai kulit ketiak.
Lakukan pencukuran secara perlahan dengan gerakan searah ke bawah. Dengan begitu resiko iritasi bisa lebih diminimalisir. Setelah mencukur disarankan mengoleskan pelembab atau minyak untuk menenangkan kulit.
4. Gunakan Pelembab
Sama dengan wajah dan kulit tubuh lainnya, kulit ketiak juga disarankan untuk diberikan pelembab untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya. Namun, penggunaan pelembab cukup dilakukan dua atau tiga kali dalam satu pekan. Gunakan ketika ketiak dalam kondisi bersih dan tidak digabungkan dengan produk deodorant.
5. Bijak Pilih Deodorant
Deodorant memang sangat berguna untuk meminimalisir bahkan menghilangkan bau badan yang muncul dari keringat di ketiak. Namun, tidak sedikit produk deodorant yang memiliki kandungan bahan kimia tidak sehat, seperti paraben yang diduga dapat memicu kanker. Usahakan menggunakan deodorant yang terbuat dari bahan tidak berbahaya atau bahan alami.
Selalu periksa, jika deodorant meninggalkan noda berlebihan pada pakaian yang Anda gunakan, segara ganti produk deodorant yang digunakan. Karena itu menjadi salah satu tanda kandungan bahan kimia berlebihan di deodorant tersebut.
(Z-9)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Ketiak merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat apokrin. Kelenjar ini menghasilkan keringat yang mengandung protein dan lemak, yang kemudian diuraikan oleh bakteri.
Bau ketiak merupakan aroma tidak sedap yang timbul akibat interaksi keringat dan bakteri, serta bisa dicegah dengan kebersihan dan perawatan tubuh yang tepat.
Keringat itu sendiri tidak berbau, yang membuatnya bau adalah reaksi dengan bakteri di kulit. Masa pubertas membuat kelenjar apokrin aktif, sehingga bau badan mulai muncul pada remaja.
Bau ini bukan berasal langsung dari keringat, melainkan dari zat yang dihasilkan bakteri saat menguraikan keringat, terutama yang keluar dari kelenjar apokrin.
Meskipun keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau, bakteri yang memecah protein dan lemak dalam keringatlah yang menyebabkan bau tersebut.
Bau ini sering kali lebih terasa pada saat tubuh berkeringat berlebihan, seperti setelah olahraga atau saat cuaca panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved