Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAU ketiak adalah kondisi munculnya aroma tidak sedap dari area ketiak akibat bercampurnya keringat dengan bakteri di permukaan kulit.
Bau ketiak merupakan aroma tidak sedap yang timbul akibat interaksi keringat dan bakteri, serta bisa dicegah dengan kebersihan dan perawatan tubuh yang tepat.
Mandi secara teratur minimal 2 kali sehari untuk membersihkan keringat, bakteri, dan kotoran penyebab bau.
Sabun jenis ini membantu membunuh bakteri yang menjadi penyebab utama bau badan.
Pastikan area ketiak benar-benar kering setelah mandi, karena bakteri mudah berkembang biak di tempat lembap.
Deodoran untuk mengurangi bau dengan membunuh bakteri. Dan antiperspirant untuk mengurangi produksi keringat berlebih.
Bulu ketiak yang panjang bisa menahan keringat dan memicu bakteri lebih cepat berkembang.
Gunakan pakaian longgar dan berbahan katun agar keringat cepat menyerap. Ganti baju bila sudah basah oleh keringat.
Kurangi makanan penyebab bau badan, seperti bawang, cabai, makanan berlemak, dan alkohol. Perbanyak konsumsi buah dan sayur segar.
Beberapa bahan alami bisa membantu mengurangi bau ketiak, misalnya lemon, cuka apel, dan baking soda.
Jika bau ketiak tetap tidak hilang meski sudah menjaga kebersihan dan gaya hidup, sebaiknya konsultasi ke dokter, karena bisa jadi ada kondisi medis tertentu misalnya hiperhidrosis atau gangguan metabolisme. (Z-4)
Ketiak merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat apokrin. Kelenjar ini menghasilkan keringat yang mengandung protein dan lemak, yang kemudian diuraikan oleh bakteri.
Keringat itu sendiri tidak berbau, yang membuatnya bau adalah reaksi dengan bakteri di kulit. Masa pubertas membuat kelenjar apokrin aktif, sehingga bau badan mulai muncul pada remaja.
Bau ini bukan berasal langsung dari keringat, melainkan dari zat yang dihasilkan bakteri saat menguraikan keringat, terutama yang keluar dari kelenjar apokrin.
Meskipun keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau, bakteri yang memecah protein dan lemak dalam keringatlah yang menyebabkan bau tersebut.
Bau ini sering kali lebih terasa pada saat tubuh berkeringat berlebihan, seperti setelah olahraga atau saat cuaca panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved