Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Orang yang menderita insomnia berpotensi 69% lebih mungkin mengalami serangan daripada mereka yang tidak memiliki gangguan tidur. Temuan itu didasarkan pada riset selama sembilan tahun yang baru-baru ini ditampilkan di sesi ilmiah tahunan American College of Cardiology, AS, bersama dengan World Congress of Cardiology.
Insomnia merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang sulit tidur atau tidak cukup tidur. Sebagian besar insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, kurang olahraga, penyakit kronis, atau obat-obatan tertentu.
Selain itu, ketika melihat durasi tidur sebagai ukuran objektif insomnia, peneliti menemukan bahwa orang yang tidur lima jam atau kurang setiap malam memiliki risiko terbesar mengalami serangan jantung. Orang dengan diabetes dan insomnia memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami serangan jantung.
"Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum. Tetapi, dalam banyak hal itu bukan lagi sekadar penyakit, itu lebih merupakan pilihan hidup. Karena tidak memprioritaskan tidur sebanyak yang seharusnya," kata Yomna E. Dean, seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Alexandria di Alexandria, Mesir, dan penulis penelitian, seperti dikutip dari sciencedaily.com, Jumat (24/2).
"Studi kami menunjukkan bahwa orang dengan insomnia lebih cenderung mengalami serangan jantung tanpa memandang usia, dan serangan jantung lebih sering terjadi pada wanita dengan insomnia," lanjutnya.
Untuk analisis tim peneliti pada studi ini, tim melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang menghasilkan 1.226 studi -- sembilan studi yang berasal dari AS, Inggris, Norwegia, Jerman, Taiwan, dan China dipilih untuk dimasukkan. Secara keseluruhan, data 1.184.256 orang dewasa (43% di antaranya adalah wanita) dinilai. Usia rata-rata adalah 52 tahun, dan 13% (153.881) menderita insomnia. Orang dengan apnea tidur obstruktif tidak dimasukkan.
Sebagian besar pasien (96%) tidak memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya. Serangan jantung terjadi pada 2.406 orang yang menderita insomnia dan 12.398 orang pada kelompok non-insomnia.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, ada hubungan yang signifikan secara statistik antara insomnia dan serangan jantung setelah mengendalikan faktor-faktor lain yang dapat membuat serangan jantung lebih mungkin terjadi seperti usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan merokok.
"Tidak mengherankan, orang dengan insomnia yang juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol, atau diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung daripada mereka yang tidak," pungkas Dean. (Science Daily/M-2)
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved