Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Tahun 2022 menjadi titik balik bagi banyak lini di kehidupan manusia. Setelah melewati dua tahun yang berat, tahun ini berbagai peluang dan kesempatan untuk kembali bangkit akhirnya terbuka. Industri mode atau fesyen menjadi salah satu yang mewakilkan hal itu lewat gairan dan kreativitas yang membuncah sepanjang tahun ini.
Dilansir dari vogue.com, Jumat, (23/12), di tahun 2021 tren fesyen masih didominasi oleh gaya berpakaian yang serba mudah digunakan, desain sederhana, dan nyaman. Namun, di tahun 2022 nuansanya sudah berubah jadi lebih dinamis, berani, variatif, dan tak membosankan.
Jenama-jenama ternama dari berbagai negara kembali meluncurkan koleksi-koleksi baru yang penuh dengan pembaruan. Berbagai acara peragaan busana bergengsi kembali dilakukan dengan megah. Jenama baru banyak bermunculan dan meraih popularitas lewat karyanya yang mencuri perhatian.
Para desainer dan pelaku industri fesyen juga kembali bangkit dari keterpurukan berkat mulai meningkatnya minat beli pecinta fesyen. Tahun ini disebut sebagai titik balik dan langkah baru bagi industri fesyen. Dari segi busana, tahun ini didominasi oleh perpaduan apik dari produk bergaya kasual yang nyaman dan busana glamor dan menantang.
Kembali bergairahnya industri fesyen menghasilkan banyak hal yang mewarnai dunia mode sepanjang tahun ini. Dirangkum oleh Vogue, berikut ini beberapa tren paling populer di dunia fesyen yang hadir di tahun ini.
1. Satir dan Meme dalam Koleksi Busana
bukan hal baru jika fesyen digunakan sebagai media penyampai pesan. Gaya berbusana, pilihan bahan, warna, dan aksesoris dapat menjadi gambaran akan kegemaran, sikap, hingga ideologi penggunanya. Namun, di tahun ini pesan-pesan tersebut hadir secara lebih eksplisit.
Berbagai jenama fesyen populer beramai-ramai merilis koleksi yang dihiasi dengan rangkaian kata beragam makna. Kata-kata bernada satir, semangat, hingga meme menjadi yang paling banyak dimunculkan.
Salah satu jenama yang menghadirkan tren tersebut ialah Cowboys of Habit. Jenama tersebut di antaranya merilis rompi bertuliskan "Trophy Wife" dan kalimat satir "It;s not me, it's you" pada gaun yang dirilis di pertengahan 2022 lalu.
Di dalam negeri, Sejauh Mata Memandang menghadirkan sebuah gaun yang dibuat dari rangkaian pesan-pesan perdamaian dan semangat melalui masa pandemi yang dituliskan dalam kain berukuran kecil di Jakarta Fashion Week 2023. Pesan-pesan tersebut merupakan tulisan dari ratusan pengunjung pameran seni Artjog 2022.
2. Kejayaan Street Wear
Mengingat pandemi masih berlangsung dan masyarakat telah terbiasa dengan pakaian yang serba nyaman, tahun ini gaya busana street wear jadi sangat digemari. Banyak orang lebih memilih menggunakan konsep street wear yang dapat menghadirkan kombinasi antara sporty, kasual, feminim, hingga androgini.
Menariknya, tahun ini pecinta fesyen dari berbagai negara tak lagi hanya menggunakan jenama street wear yang itu-itu saja. Mereka tak ragu menggunakan koleksi busana street wear yang berasal dari jenama lokal.
Tahun ini, beberapa jenama street wear lokal berhasil meraih popularitas tinggi di media sosial. Di antaranya Stitch, Unknown, dan Brain Dead. Kepopuleran mereka mengalahkan jenama street wear terkenal seperti Supreme dan Bape.
Di dalam negeri, tak sedikit desainer yang juga merilis koleksi busana bergaya street wear, di antaranya Sofie, SSST, dan Shining Bright. Mereka merilis busana dengan nuansa gaya street wear yang modern, berani, dan tak monoton.
3. Variasi Aksesoris
Tak hanya pada busana, aksesoris juga mengalami revolusi yang mengejutkan di tahun ini. Banyak jenama ternama yang meluncurkan aksesoris terbaru mereka dengan desain baru yang segar.
Tas tangan, sepatu, topi, menjadi yang paling banyak dimunculkan bersamaan dengan koleksi busana baru tahun ini. Mulai dari tas berwarna neon dengan bahan plastik dan kaca, sepatu boots dengan berbagai warna dan bahan, hingga topi-topi dengan banyak motif.
Sama dengan gaya berbusana, tahun ini banyak orang terlihat kembali bersemangat untuk tak tampil apa adanya. Mereka kembali mulai melirik penggunaan aksesoris untuk melengkapi gaya berbusana di setiap kesempatan.
4. Pertemuan Kasual dan Formal
Para desainer dan jenama tahu betul bahwa tahun ini masih merupakan masa transisi bagi semua orang. Karena itu, mereka menciptakan koleksi-koleksi yang lebih dinamis. Perpaduan antara gaya kasual dengan formal mendominasi di hampir setiap koleksi baru yang dirilis tahun ini.
Perpaduan antara gaun mewah dengan sneakers, denim dengan kulit, hingga gaya tailoring dengan potongan modern. Semua itu lengkap hadir di tahun ini. Menariknya meski di tahun-tahun sebelumnya dianggap sebagai hal yang aneh, gaya-gaya tersebut sangat diterima dan mendapat banyak pujian di tahun ini.
(M-4)
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
Melalui kesepakatan ini, Tommy Hilfiger akan menjadi penyedia pakaian resmi bagi para pemain dan staf teknis Liverpool saat kedatangan di hari pertandingan (matchday arrivals).
Di kota-kota besar, tren warna cenderung mengalami penurunan saturasi agar terlihat lebih kalem.
Desainer mode Indonesia, Nila Baharuddin mempersembahkan koleksi busana pada acara eksklusif bertajuk “帰郷 ~Kikyō~ A Designer’s Homecoming” di Malinda Furniture Gallery Showroom
Busana yang dikenakan Nancy Ajram merupakan bagian dari koleksi Ivan Gunawan Deluxe, lini couture Ivan Gunawan.
Jakarta Fashion Week menghadirkan mulai dari nama-nama besar hingga talenta baru dari ajang Lomba Perancang Mode, Fashion Force, dan tentu saja para penggemar mode.
Rianti Wong, desainer karakter gim asal Indonesia yang kini berkarier di Jepang, merancang tampilan visual karakter echo berdasarkan konsep dan sketsa yang disiapkan oleh anggota JKT48.
Teknologi digital sangat mendukung karena kita dulu memulai malah tidak punya toko luring dan fokus ke website, e-commerce belakangan.
PANGGUNG pagelaran mode Senayan City Fashion Nation 2025 kembali digelar. Deretan karya desainer tanah air dengan berbagai karakter mewarnai panggung fashion show tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved