Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Penelitian terbaru yang dilakukan kelompok ilmuwan dari Universitas Maryland dan Universitas illinois, Amerika Serikat mengungkap, bakteri berpotensi hidup di bawah permukaan planet Mars hingga 280 juta tahun. Jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dilansir dari New Science, Kamis, (27/10), dari penelitian tersebut diketahui, bakteri yang telah mengering dan membeku dapat tetap hidup di bawah permukaan Mars. Temuan itu disebut sebagai peluang bagi para ilmuwan untuk mengungkap potensi pernah adanya kehidupan di Mars.
Bakteri dari bumi bernama Deinococcus radiodurans, bisa bertahan hidup dalam lingkungan radiasi yang setara dengan 280 juta tahun dan berada dalam 10 meter di bawah permukaan Mars. Pada penelitian sebelumnya diketahui mikroorganisme diperkirakan hanya dapat bertahan hidup hingga satu juta tahun.
“Bakteri dapat bertahan di lingkungan permukaan Mars yang kering dan dingin hingga 280 juta tahun,” ujar salah satu peneliti, Brian Hoffman.
Hoffman menyebutkan, bakteri beku serta kering terkena air dalam kurun waktu tertentu, mikroorganisme itu akan kembali aktif dari kondisi normal mereka dan mencegah kerusakan serta memperbaiki DNA organisme. Hal ini memungkinan para peneliti untuk menemukan mikroorganisme dalam kondisi yang hidup menjadi meningkat, tetapi peluangnya tidak besar.
Planet Mars yang memiliki atmosfer yang sangat tipis diperkirakan telah mengering sekitar 2 miliar tahun yang lalu, sehingga bakteri apa pun kemungkinan besar sudah mati sekarang. Akan tetapi DNA dan tanda-tanda kehidupan lainnya bisa eksis sebagai fragmen, bahkan jika organisme itu sudah lama mati.
Umur panjang bakteri di sisi lain dapat memudahkan para ilmuwan untuk menemukan bukti adanya kehidupan yang pernah terjadi di Mars. Namun, ketika para penjelajah luar angkasa tiba di sana untuk menjalankan misi, hal itu bisa jadi membuat bakteri terkontaminasi dengan organisme yang dibawa dari Bumi.
"Penting untuk memastikan bahwa mikroorganisme Bumi tidak terbawa ke Mars kemudian dikira sebagai makhluk luar angkasa. Jika kita mencemari area tempat kita mendarat,” kata ilmuwan NASA, John Rummel.
(M-4)
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
SPPG Kepri menghentikan sementara operasional dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved