Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Tindik telinga baru biasanya membutuhkan waktu antara 4 hingga 6 minggu untuk sembuh. Selama waktu ini, Anda harus merawat tindikan untuk menghindari infeksi. Ini berarti membersihkan tindikan dua kali sehari dengan alkohol atau krim antibiotik. Anda tidak boleh melepas anting-anting selama waktu ini dan hanya menyentuh telinga Anda dengan tangan yang bersih.
Selain menjaga kebersihan telinga dengan alkohol, Anda juga harus membersihkan daun telinga setidaknya sekali sehari dengan sabun dan air. Ini juga membantu menangkal infeksi. Paling umum, tindik telinga yang terinfeksi disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam luka yang dapat terjadi dalam beberapa cara.
Selama minggu-minggu pertama, tindikan Anda mungkin terlihat sedikit merah atau mengeluarkan cairan berkerak saat sembuh. Gejala tindik telinga yang terinfeksi biasanya meliputi kemerahan atau bengkak di tempat penindikan atau kemerahan yang terus meluas setelah penindikan, panas terasa di area sekitar tindik, nanah kental yang bisa berwarna kuning atau hijau, sakit atau gatal, demam atau merasa tidak enak badan, dan gejala menyertai lainnya.
Untuk mengobatinya, sebagian besar infeksi tindik telinga tidak serius dan dapat dirawat di rumah. Melansir dari webmd.com, langkah-langkah ini bisa mengatasi tindik telinga yang terinfeksi.
1. Cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat. Setelah tangan Anda bersih, campurkan satu cangkir air dengan setengah sendok teh garam.
2. Gunakan bola kapas atau bantalan untuk mengoleskan larutan air asin langsung ke tempat tindik. Setelah bersih, keringkan dengan bola kapas bersih atau kain kasa.
3. Setelah area penindikan kering, Anda harus mengoleskan salep atau krim antibakteri. Pastikan untuk membaca petunjuk pada tabung atau botol sebelum menggunakannya.
4. Ulangi langkah-langkah ini setidaknya tiga kali setiap hari atau sampai tanda-tanda infeksi hilang.
5. Putar anting-anting dengan lembut beberapa kali sehari agar kulit Anda tidak menempel pada perhiasan.
Dalam kebanyakan kasus, infeksi tindik telinga ringan hilang dalam waktu 2 minggu dengan perawatan di rumah yang tepat.
Lalu, kapan harus ke dokter? Dalam beberapa kasus, perawatan di rumah mungkin tidak cukup. Jika anting-anting Anda atau bagian belakangnya tersangkut di dalam daun telinga Anda, Anda harus segera menemui dokter.
Anda mungkin juga bisa menemui dokter jika kemerahan dan pembengkakan terus menyebar atau jika bagian atas telinga Anda berwarna merah. Tanpa perawatan yang tepat, infeksi tindik telinga dapat menyebar ke seluruh tubuh, yang disebut infeksi sistemik. Infeksi juga bisa bertambah parah atau membentuk abses. Abses adalah area kulit yang bengkak dan berisi nanah. (M-2)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved