Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Terhitung selama kurang lebih 20 tahun sejak diluncurkanya modul pertama Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Zarya pada 1998, sejumlah ilmuwan kini telah memulai studi arkeologi luar angkasa untuk pertama kalinya. Studi itu dikerjakan arkeolog dari Flinders University, Australia, Alice Gorman, bersama Justin Walsh, arkeolog dari Chapman University, California.
Dalam studi ini, Gorman dan Walsh akan berusaha memahami bagaimana manusia berhubungan dengan benda-benda yang ada di luar angkasa."Dengan membawa perspektif arkeologi ke domain ruang angkasa aktif, kami menjadi yang pertama kali berusaha melihat bagaimana orang menyesuaikan perilaku dengan lingkungan yang betul-betul baru," tutur Walsh, seperti dilansir dari Phys.org, Rabu, (19/1).
Gorman dan Walsh memberi nama studi ini dengan sebutan Sampling Quadrangle Assemblages Research Experiment (SQuARE). Langkah ini diadopsi dari teknik dasar pengambilan sampel pada studi arkeologi di Bumi atau yang biasa dikenal dengan istilah lubang uji.
Berbeda dengan para arkeolog di Bumi yang biasanya akan menggali kotak satu meter untuk menganalisis sebuah situs, dalam studi kali ini mereka akan menggunakan pita perekat untuk mengamati area dengan luas yang sama di ISS. Hasil amatan tersebut kemudian akan difoto dan dianalisis setiap hari.
"Alih-alih menggali lapisan tanah baru yang biasanya mewakili periode sejarah tertentu dalam sebuah situs, kami akan meminta mereka difoto setiap hari untuk mengidentifikasi bagaimana area itu digunakan dan bagaimana mereka berubah dari waktu ke waktu," imbuh Gorman.
Dalam studi kali ini, Gorman dan Walsh juga dibantu Astronot NASA, Kayla Barron. Beberapa waktu lalu, ia telah memasang pita lubang uji di beberapa lokasi yang dianggap produktif meliputi bagian seperti dapur, stasiun kerja, rak pengiriman, hingga jamban. Pemotretan harian kini juga tengah berlangsung dan akan dilakukan selama 60 hari. (M-4)
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
China berhasil meluncurkan Chang’e 6 pada 3 Mei 2024 dengan tujuan mengambil sampel batuan di sisi terjauh bulan atau sisi bulan yang tidak terlihat dari bumi
Tiga perusahaan sedang berupaya menyediakan penjelajah Bulan berikutnya milik NASA untuk misi berawak yang direncanakan pada akhir dekade ini.
Jepang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa SLIM yang dijuluki "Moon Sniper" di permukaan Bulan pada Januari lalu.
Jika berhasil, ini merupakan pendaratan pertama Amerika di permukaan bulan sejak akhir era Apollo lima dekade lalu, dan yang pertama oleh industri swasta.
BADAN Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) berhasil melakukan pendaratan pesawat luar angkasa "Moon Sniper" di bulan pada Sabtu, (20/1).
Dengan misi Smart Lander for Investigating Moon (SLIM), Jepang ingin menjadi negara kelima yang melakukan pendaratan lunak (soft landing) yang sangat rumit di permukaan berbatu Bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved