Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Tahun Baru 2022, tren berlibur dan melakukan rekreasi di luar ruangan diperkirakan masih akan berkembang, salah satunya rekreasi di hutan.
Tren yang meningkat itu pun diiringi dengan penelitian-penelitian yang menunjukan bahwa berkegiatan di hutan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.
"Manusia benar-benar tidak bisa hidup tanpa hutan. Inilah mengapa kita perlu mulai sadar untuk terkoneksi kembali dengan hutan. Jika kita melakukan kegiatan bisnis seperti biasa, tanpa memperhatikan environmental value, kelestarian hutan akan sulit tercapai. Maka, investasi pada alam harus dilakukan sesegera mungkin," kata Strategic Partnership Manager Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) Evita Izza Dwiyanti dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12).
Baca juga: Ini Tren Kegiatan Luar Ruangan Selama 2021
Untuk dapat membangun koneksi dengan alam, ASRI menjelaskan setidaknya ada lima manfaat yang didapatkan pelaku wisata saat berlibur di hutan.
Bisa berinteraksi dengan satwa di habitat asli
Salah satu keunggulan berekreasi di hutan yang pertama adalah bisa berinteraksi langsung dengan satwa di habitat aslinya.
Seperti pengalaman yang dialami model Indonesia Nadine Alexandra yang merasakan pengalaman menjadi lebih mencintai alam setelah berinteraksi langsung dengan orangutan yang tinggal di hutan.
"Ini pengalaman berinteraksi yang luar biasa mengagumkan dan terasa dalam. Bukan interaksi dalam pengertian bisa menyentuh atau memberi makan, melainkan melihat mereka berlaku normal di habitatnya, tanpa menghiraukan keberadaan manusia," ujar Nadine.
ASRI menyebut jika Anda memilih berekreasi di hutan- hutan Kalimantan Barat, jika beruntung, Anda bisa melihat sekelompok orangutan hingga owa.
Dua kelompok primata itu berpotensi lebih mudah ditemui ketika masa panen buah.
Keuntungan kedua saat melakukan rekreasi di hutan adalah Anda bisa mengasah jiwa petualang Anda.
Di kawasan hutan, misalnya seperti di Kalimatan Barat, meski berada di satu kawasan namun ada beragam tipe ekosistem hutan.
Mulai dari hutan mangrove, hutan gambut, hutan dataran rendah, hingga hutan pegunungan.
Dengan berbagai jenis ekosistem itu, ada beragam macam aktivitas mulai dari yang ringan hingga ekstrem bisa Anda jajal, terutama bagi Anda yang menyukai tantangan memicu adrenalin.
Tidak hanya kegiatan alam, jika Anda melakukan rekreasi di hutan dan menemukan kegiatan masyarakat adat.
Maka mungkin Anda bisa mempelajari budaya lebih dalam saat melakukan petualangan di hutan.
Ketika berwisata langsung dan berinteraksi di alam seperti hutan, biasanya manusia akan merasakan betul betapa indahnya dan megahnya alam.
Kekaguman pada alam akan membuat rasa cinta juga ikut bertumbuh dan memupuk rasa ingin melindungi dan menjaga lingkungan hijau.
Akibat belum dipenuhinya prinsip keberlanjutan, tidak sedikit hutan yang gundul dan tak terawat atas nama industri dan pembangunan dalam beberapa dekade terakhir.
Kini, kesadaran untuk menjaga lingkungan berkelanjutan pun mulai muncul dengan terasanya perubahan yang ekstrem mulai dari kondisi cuaca hingga suhu di Bumi.
Saat berekreasi di hutan, ada baiknya Anda juga bisa menanam bibit pohon untuk kembali menghijaukan hutan-hutan di Indonesia.
Salah satunya lewat program ASRI mengadopsi bibit pohon seperti The Guardian Tree.
Anda bisa membeli bibit pohon untuk kemudian ditanam dan dirawat di dalam hutan bersamaan dengan kelahiran bayi teman atau sanak saudara.
Harapannya, bayi dan bibit akan tumbuh bersama dan sama-sama memberi manfaat bagi semesta.
Dengan melakukan kegiatan di hutan, tubuh Anda akan aktif bergerak dan tentunya itu dapat meningkatkan kesehatan fisik.
Hutan menjadi sumber alami dari oksigen, bahkan dulu Indonesia pernah dijuluki sebagai paru-paru dunia.
Selain mendapatkan stok oksigen paling murni, saat beraktivitas di hutan, Anda bisa meningkatkan peredaran darah, memperbaiki metabolisme tubuh, menurunkan tingkat gula darah, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Paling menarik, ternyata berakvititas di hutan juga meningkatkan hormon endorfin yang membuat manusia merasakan kebahagiaan dan tentunya perasaan itu dibutuhkan untuk mendukung kesehatan mental di masa sulit seperti pandemi saat ini.
Seperti yang dialami Nadine saat menjejal hutan untuk bertualang, bukannya merasa takut ia merasa hal itu adalah proses mengisi dirinya untuk kembali segar.
"Ketika ke hutan, kebisingan kota itu digantikan dengan suara serangga, suara hujan, suara angin. Aku bisa merasakan perbedaan besar dalam pikiranku. Hanya dengan menghabiskan waktu selama beberapa hari di hutan, aku seperti baru di-recharge. Aku merasakan sendiri hutan bisa membantu memulihkan kondisi mental," papar Nadine.
Dengan berekreasi di hutan, ia justru bisa menyadari hal yang benar-benar penting dalam hidup.
Nadine memang tidak berlebihan jika ia berharap masyarakat lainnya juga bisa merasakan hal yang sama.
Menurut ASRI, perjalanan yang dialami Nadine disebut forest bathing dan memang mampu menghilangkan stres.
Forest bathing dilakukan dengan memanfaatkan seluruh pancaindra saat berada di hutan sehingga bisa membantu menghilangkan stres.
"Ini membuktikan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa hutan yang lestari. Stres yang mereda juga menunjukkan bahwa ketika kita kembali ke alam, kita merasa seperti pulang ke rumah dan merasa nyaman," kata Evita.
Tentunya selama melakukan perjalanan di hutan untuk berekreasi pastikan Anda tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan alam sehingga koneksi antara manusia dan alam bisa berjalan harmonis tanpa ada yang terluka. (Ant/OL-1)
Pemilihan destinasi yang tepat diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih personal dan bermakna.
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
PRESIDEN Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berhenti
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menjadi pemicu bagi para aktivis lingkungan ini untuk bergerak menyelamatkan Indonesia.
Jerome Polin menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan 10 juta hektare hutan selama dua dekade.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved