Senin 28 Juni 2021, 22:15 WIB

Meski Bebaskan Masker, Pemerintah Italia Imbau Warga tetap Waspada

Adiyanto | Weekend
Meski Bebaskan Masker, Pemerintah Italia Imbau Warga tetap Waspada

Filippo MONTEFORTE / AFP
Dua warga Italia berswafoto tanpa masker. Mulai Senin (28/6) pemerintah setempat membebaskan warganya tak mengenakan masker di zona putih

MULAI Senin (28/7), pemerintah Italia membebaskan warganya untuk tidak mengenakan masker. Namun, aturan itu berlaku di wilayah yang berisiko rendah. Aturan ini menjadi tonggak sejarah bagi negeri sphagetti tersebut setelah menjadi negara eropa pertama yang dihantam wabah korona pada Februari tahun lalu. Italia bahkan menjadi negara terparah yang dilanda pandemi. Lebih dari 127.000 orang telah meninggal karena komplikasi terkait covid-19, sementara lebih dari empat juta orang terinfeksi.

Dalam dekrit yang mulai berlaku Senin, kementerian kesehatan untuk pertama kalinya mengklasifikasikan masing-masing dari 20 wilayah di Italia sebagai zona "putih", yang menandakan risiko rendah, di bawah sistem klasifikasi kode warna negara itu setelah mengevaluasi risiko covid-19.

Itu berarti warga tidak lagi wajib mengenakan masker  di  luar ruangan.  Kabar ini menjadi berita menggembirakan bagi warga di negara itu yang kini sedang dilanda cuaca panas. Di beberapa wilayah, terutama selatan Italia, suhu bahkan melewati 40 derajat Celcius pada pekan ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, Italia yang pernah menjadi simbol krisis virus korona di negara barat,  kasus infeksi dan kematian yang diakibatkan covid-19, menurun tajam. Menurut pemerintah, sepertiga penduduk Italia di atas usia 12 tahun telah divaksinasi pada Minggu (27/2), atau sekitar 17,5 juta orang.

Kini sejumlah tempat wisata juga telah dibuka. Pemerintah juga menghapus persyaratan karantina bagi pengunjung yang telah divaksinasi, atau mereka yang hasil tesnya negatif.

Meskipun ada kemajuan, Menteri Kesehatan Roberto Speranza memperingatkan warga untuk tetap waspada.

"Ini hasil yang menggembirakan, tetapi kehati-hatian masih diperlukan, terutama karena varian baru dari virus ini. Kami belum memenangkan pertempuran, " tulis Speranza, dalam maklumatnya, yang ditandatangani Sabtu lalu.

Setelah periode panjang yang dimulai pada November dengan karantina penuh atau sebagian untuk memerangi gelombang kedua infeksi virus korona, pembatasan kini telah dilonggarkan di seluruh Italia sejak akhir bulan lalu. Seluruh negara di kini dianggap masuk "zona kuning", yang artinya warga sedikit diberi kelonggaran untuk beraktivitas. Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan aturan jam malam yang artinya memperpendek jam buka kafe dan restoran. (AFP/M-4)

 

Baca Juga

Dok. Buku Mojok

Susah Senang Jadi Katolik

👤Pro/M-2 🕔Sabtu 18 September 2021, 06:35 WIB
TERLAHIR sebagai bagian kelompok minoritas amat mungkin menghadirkan kesan tersendiri bagi yang...
Dok. Bentang Pustaka

Meraih Bahagia tanpa Melakukan Apa-Apa

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 18 September 2021, 06:30 WIB
Menurut si penulis, mempraktikkan niksen bukan berarti kita egois, bermalas-malasan. Sebaliknya, kita mungkin saja justru memberikan...
123RF

Dari Sayembara Cerpen sampai Lelang Puisi, Media Indonesia Gelar Festival Bahasa dan Sastra

👤Fathurrozak 🕔Jumat 17 September 2021, 22:54 WIB
Festival ini diharapkan jadi medium untuk merefleksikan penggunaan bahasa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya