Rabu 19 Mei 2021, 06:10 WIB

5 Fakta Unik Kampung Adat Bena Bejawa Warisan Era Megalitikum

Nike Amelia Sari | Weekend
5 Fakta Unik Kampung Adat Bena Bejawa Warisan Era Megalitikum

Dok. Instagram @pesonaid_travel
Kampung Adat Bena Bejawa Warisan Era Megalitikum di Flores, NTT

Flores di Nusa Tenggara Timur terkenal dengan destinasi wisata yang memesona, termasuk kampung adat. Selain Wae Rebo, Flores juga mempunyai kampung adat lain yang tak kalah unik yang bernama Kampung Adat Bena Bejawa.

Pemandangan di perkampungan ini masih asri dan eksotis, berlokasi di kaki bukit dengan latar belakang Gunung Inerie.

Akses menuju Kampung Bena dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sewa dari Bajawa dengan jarak tempuh sekitar 19 km ke arah selatan. Dari Labuan Bajo, Bajawa dapat ditempuh sekitar 7-8 jam melalui perjalanan darat.

Berikut ini lima fakta unik dari Kampung Adat Bena Bejawa yang diperkirakan sudah ada sejak 1.200 tahun yang lalu dan terdapat kurang lebih 45 rumah dari 9 suku, dikutip dari sosial media resmi Pesona Indonesia dan laman resmi Indonesia Kaya.

1. Perkampungan Megalitikum

Kampung Adat Bena Bajawa merupakan sebuah perkampungan megalitikum yang terletak di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere.

2. Susunan Rumah yang Unik

Setiap rumah tersusun rapi dan saling mengelilingi membentuk huruf U dengan posisi di tengah-tengah merupakan tempat upacara adat digelar dan sebuah bangunan yang merupakan simbol leluhur diletakkan.

Di tengah-tengah desa biasanya terdapat sebuah bangunan yang biasa disebut oleh masyarakat lokal Bena, nga’du dan bhaga. Nga’du berarti simbol nenek moyang laki-laki dan bentuknya menyerupai sebuah payung dengan bangunan bertiang tunggal dan beratap serat ijuk, hingga bentuknya mirip pondok peneduh.

Tiang ngadhu biasa dari jenis kayu khusus dan keras karena sekaligus berfungsi sebagai tiang gantungan hewan kurban ketika pesta adat. Sedangkan bhaga berati simbol nenek moyang perempuan yang bentuknya menyerupai bentuk miniatur rumah.

3. Kepercayaan yang Masih Kuat

Letak Desa Bena yang terletak di puncak bukit dengan latar belakang Gunung Inerie sungguh membuat suasana Desa Bena semakin asri dan eksotis.

Keberadaannya di bawah gunung merupakan ciri khas masyarakat lama yang mempercayai dan memuja gunung sebagai tempatnya para dewa, dan masyarakat Bena meyakini bahwa keberadaan Dewa Yeta yang bersinggasana di Gunung Inerie akan melindungi kampung mereka.

4. Petani dan Penenun

Tak hanya bekerja sebagai petani, para wanita Desa Bena biasanya lebih sering terlihat menenun kain khas Flores yang nantinya dijual ke wisatawan dengan kisaran harga mencapai 300 ribuan. 

5. Wisatawan Mancanegara

Kampung adat ini bukan hanya menjadi daerah tujuan wisata Kabupaten Ngada bagi wisatawan domestik, melainkan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara khususnya Jerman dan Italia. (M-4)

 

Baca Juga

AFP

Duh, Habitat dan Populasi Gajah Afrika kian Terancam

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 21 Juni 2021, 07:10 WIB
Para ilmuwan sementara ini menduga gajah-gajah itu mati karena pemanasan global, yang kemudian membuat ganggang beracun bermekaran di...
 Adem ALTAN / AFP

Turki Bakal Luncurkan Misi ke Bulan

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 21 Juni 2021, 06:20 WIB
Jika uji coba berhasil, sebuah wahana penjelajah bulan (Lunar Rover) selanjutnya akan dikirim pada 2028 atau...
Dok. Pribadi

Belum Potensial

👤Meirisa Isnaeni Staf Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 20 Juni 2021, 06:30 WIB
Hendaknya kita cermat dalam pemilihan diksi. Dengan diksi, pesan yang disampaikan akan mudah dipahami dan tidak akan terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya