Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Hampir sepertiga dari lahan pertanian di seluruh dunia berisiko tinggi terpapar pestisida, demikian temuan para peneliti dari Universitas Sydney, Australia.
Para peneliti memeriksa hampir 100 jenis bahan kimia yang digunakan di 168 negara dalam sektor pertanian, untuk memantau pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida yang melampaui batas.
Merujuk pada risiko pencemaran tersebut, sebuah fakta mengejutkan pun terkuak dari penelitian ini, bahwa sebanyak 64 persen lahan pertanian di seluruh dunia (atau sekitar 15,1 juta kilo meter persegi), memiliki tingkat kontaminasi pestisida yang lebih tinggi daripada yang dianggap sebagai standar 'konsentrasi tanpa efek' dari sektor industri.
Lebih lanjut, sepertiga dari jumlah tersebut dianggap memiliki risiko merusak yang tinggi, dengan tingkat pestisida 1.000 kali lebih intens daripada tingkat konsentrasi pemakaian pestisida tanpa efek.
Konsentrasi pestisida level ini cukup umum digunakan di 60 persen lahan pertanian di Eropa, namun menurut para peneliti konsentrasi penggunaan herbisida, fungisida dan insektisida ini telah mencapai tingkat yang berbahaya.
Berdasarkan data Survei Geologi terbaru serta data khusus tentang pertanian dari FAO, peneliti juga berhasil mengembangkan model untuk memperkirakan risiko pencemaran pestisida di 168 negara.
"Semakin tinggi skor risikonya, semakin tinggi kemungkinan spesies non-target terdampak," kata ahli kimia Fiona Tang, yang juga merupakan peneliti utama dari penelitian baru saja yang terbit di jurnal Nature Geoscience tersebut, Senin (29/3) seperti dilansir dari dailymail.co.uk.
Kawasan Asia juga tak bebas dari pencemaran, terdapat 1,9 juta mil persegi (sekitar 2.4 juta kilometer persegi) menyumbang pencemaran tersebut, dengan mayoritas lahan berada di kawasan Tiongkok.
Selain itu penelitian ini juga memberi sorotan kepada daerah aliran sungai seperti Afrika Selatan, Tiongkok, India, Australia dan Argentina sebagai daerah dengan risiko pencemaran pestisida yang cukup tinggi.
Kontak langsung dengan pestisida dapat menyebabkan iritasi, ruam, mual, pusing dan diare. Sementara paparan residunya dalam produk makanan dikaitkan erat dengan berbagai penyakit termasuk penyakit Parkinson, Limfoma, dan Asma.
Karena permintaan suplai tanaman melonjak, penggunaan pestisida untuk kebutuhan komersial pun mengalami peningkatan cukup signifikan, berikut simpul peneliti Tang dalam publikasi ilmiahnya tentang dampak dari bahan kimia ini. (DailyMail/M-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved