Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu ikon musik reggae Bunny Wailer, yang ikut mendirikan The Wailers bersama Bob Marley pada 1960-an, meninggal, Selasa (2/3). Tidak dijelaskan penyebab kematian pria berusia 73 tahun itu.
Kkementerian kebudayaan Jamaika mengatakan Wailer telah dirawat di rumah sakit di Kingston sejak Desember.
Wailer, yang lahir Neville Livingstone di distrik Nine Mile, tempat asal Marley juga pernah dua kali terserang stroke pada 2018 dan Juli tahun lalu.
Dia adalah anggota asli terakhir dari Wailers yang masih hidup. Marley meninggal karena kanker pada 1981, sedangkan Peter Tosh dibunuh enam tahun kemudian.
Wailer, yang merupakan teman masa kecil Marley, memenangkan tiga Grammy selama kariernya. Pada 2017 ia dianugerahi Order of Merit Jamaika, salah satu penghargaan tertinggi negara itu.
"Kami tetap bersyukur atas peran yang dimainkan Bunny Wailer dalam perkembangan dan popularitas musik Reggae di seluruh dunia," kata Menteri Kebudayaan Olivia Grange dalam sebuah pernyataan.
"Kami ingat dengan sangat bangga bagaimana Bunny, Bob Marley dan Peter Tosh membawa musik Reggae ke empat penjuru bumi," tambah Grange.
Marley dan Tosh berperan sebagai penyanyi dan penulis lagu utama The Wailers tetapi Wailer memainkan peran kunci dalam memberikan harmoni dan perkusi pada lagu-lagu band tersebut, menurut majalah Rolling Stone.
Setelah keluar dari band pada 1974, Wailer menikmati karier solonya sebagai penulis, produser dan penyanyi .
Dia mendapat banyak pujian untuk albumnya "Blackheart Man," yang termasuk lagu "Burning Down Sentence," yang mengacu pada pengalaman Wailer menjalani hukuman penjara satu tahun karena kepemilikan mariyuana.
"Trek yang dibuat di 'Blackheart Man' sangat simbolis dan signifikan untuk keseluruhan perkembangan musik reggae ini," kata Wailer kepada Reggaeville pada 2017.
"Saya benar-benar menganggap 'Blackheart Man' sebagai salah satu album yang harus menjadi fokus dunia reggae secara universal," kata Wailer.
Wailer, seorang Rastafarian seperti Marley, memenangkan Grammy untuk album reggae terbaik tiga kali pada 1990-an.
Penghormatan untuk Wailer pun mengalir pascakematiannya,
"Dalam pandangan saya, Bunny Wailer adalah musisi yang lebih kuat daripada Bob Marley," kata Karyl Walker, seorang jurnalis hiburan veteran Jamaika. "Dia memainkan instrumen, lebih dari satu, dan dia menulis lagu yang sangat bagus."
"Kami kehilangan satu ikon," tambah Herbie Harris, vokalis band The ATF. (AFP/M-4)
PIKOTARO mengaku bahwa inspirasi lagu ini lahir langsung dari interaksinya dengan anak-anak pejuang kanker.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Lagu Syakara dari Societeit de Harmonie hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari beban kecemasan, keluhan, dan tuntutan hidup yang kerap mendominasi.
Lagu Pulanglah dari Methosa hadir bukan sebagai pemberi solusi instan, melainkan sebagai ruang untuk menarik napas dan tempat berefleksi bagi mereka yang sedang berjuang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Lagu APT dari personel Blackpink Rose bersama Bruno Mars dinobatkan sebagai rilisan paling sukses di seluruh dunia sepanjang 2025, setelah berhasil mengumpulkan lebih dari 2 miliar streaming.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved