Senin 15 Februari 2021, 18:44 WIB

Usai Pandemi Kebiasaan Belanja Fesyen Secara Daring akan Berlanjut

Mediaindonesia.com | Weekend
Usai Pandemi Kebiasaan Belanja Fesyen Secara Daring akan Berlanjut

manchester.ac.uk
Belanja fesyen secara daring.

 

Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma mengatakan sejak pandemi daya beli masyarakat terhadap produk fesyen jauh menurun. Butik-butik atau toko pakaian sepi pengunjung dan sebagian besar lebih memilih untuk belanja secara daring.

Ali menilai kebiasaan ini pun akan terus berlanjut meski pandemi berakhir, sebab belanja secara daring menawarkan berbagai kemudahan.

"Walaupun kita kangen juga dengan event offline tapi kebiasaan dan kemudahan-kemudahan yang kita dapat secara online akan terus berlanjut nantinya dan terdevelope ke yang lebih advance lagi," kata Ali, Senin (15/2).

Anak-anak muda lebih nyaman berbelanja daring, sebab kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan waktunya untuk melakukan kegiatan lain dibandingkan harus datang ke toko.

"Sekarang belanja itu sudah bukan leisure atau senang-senang lagi. Mereka bisa lihat 100 baju tapi yang dipilih cuma satu, kalau offline kan enggak, mereka jadi bisa saving waktu, energi dan banyak special offer juga," ujar desainer yang basis di Bali ini.

Pandemi juga menciptakan gaya hidup baru khususnya di bidang fesyen. Hal ini ternyata sangat berpengaruh tren busana dan strategi para pegiat fesyen dalam menjual produknya.

Selama pandemi, Ali melihat banyak masyarakat yang mencari busana multifungsi yang dapat digunakan untuk acara santai ataupun bekerja.

"Sekarang orang beli baju karena memang perlu saja, contohnya ada keperluan khusus kayak bisa baju yang di tempat AC nyaman, di outdoor nyaman, kayak pakaian yang lebih stylish yang lebih unik dibanding biasanya," ujar Ali.

"Sekarang anak-anak muda banyak yang pakai kayak baju tidur tapi lebih trendy, lebih matching atas bawah, nyaman, bisa jalan-jalan pakai itu. Itu pengaruh pandemi," imbuhnya.

Untuk dapat bertahan di industri fesyen, para desainer akhirnya membuat busana sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kita bisa survive kalau semacam menjual produk fesyen yang menyesuaikan karena lagi diperlukan," kata Ali.

Ali mengatakan tahun 2021 belum menunjukan perubahan pada industri fesyen, namun dia berharap agar kegiatan seperti pagelaran busana bisa dilaksanakan secara offline. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Dok GoSend

GoSend Rilis Buku Kiat UMKM jadi Best Seller di Era Digital

👤Irana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:56 WIB
Dalam penulisan buku ini, pihaknya melibatkan sejumlah pakar bisnis dan UMKM yaitu Rhenald Kasali, Yudo Anggoro, Yuswohady, Wulan Ayodya,...
MI/HO

Ohaiaho Rilis Serum untuk Atasi Jerawat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 07:15 WIB
Riset dari  The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menunjukkan 22% perempuan dewasa terkena jerawat, dibanding laki-laki...
MI/adiyanto

FIB UI Gelar Seminar dan Pameran Foto Keberagaman dan Toleransi Masyarakat Singkawang

👤Adiyanto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:31 WIB
Seminar ini kelanjutan penerbitan buku “Memoar Orang-Orang Singkawang” yang diterbitkan pada 15 Februari 2022 , bertepatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya