Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Uni Emirat Arab (UEA) berhasil menjadi negara Arab pertama, dan kedua di Asia setelah India, yang berhasil mencapai orbit Planet Merah, Mars.
Selasa (9/2) lalu mereka sukses mengorbitkan wahana satelit luar angkasa pertamanya yang disebut 'Hope' (Al Amal) di orbit Mars.
Hope mendekati Mars dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam sebelum akhirnya melakukan manuver pengereman selama 27 menit memasuki orbit Mars.
Dengan adanya Hope, kini para ilmuwan UEA dapat mempelajari secara langsung atmosfer Planet Merah ini. Hope membawa tiga instrumen canggih untuk mengamati partikel atom netral hidrogen dan oksigen -sisa-sisa air- di atmosfer Mars. Serta, akan terlibat dalam misi pengambilan gambar beresolusi tinggi dari planet ini.
Hari Selasa (9/2) lalu menjadi fase paling kritis dalam misi tersebut. Seluruh masyarakat Uni Emirat Arab menantikan kabar gembira tentang pengorbitan Hope di Mars. Bahkan Burj Khalifa, bangunan tertinggi di Dubai pun melakukan hitung mundur untuk menghornati momen besar tersebut.
Hope melakukan manuver pengereman pada sekitar pukul 19:30 GST (sekitar pukul 22:30 WIB) dengan konfirmasi yang diterima di Bumi sekitar 11 menit kemudian. Pengumuman resmi tentang keberhasilan pengorbitan Hope ini pun langsung disambut dengan suka cita oleh seluruh masyarakat UEA.
"Manuver pengereman untuk masuk ke orbit Mars adalah bagian paling kritis dan berbahaya dari perjalanan kami (Hope) ke Mars," papar Omran Sharaf, direktur proyek misi Hope di Pusat Luar Angkasa Mohammed bin Rashid, seperti dilansir bbc.com, Rabu (10/2).
"Kami sekarang bersiap untuk transisi ke orbit sains kami dan memulai pengumpulan data sains," imbuhnya.
Sarah Al Amiri selaku Menteri Negara untuk Kemajuan Teknologi UEA berharap bahwa misi pengorbitan satelit di Mars ini dapat menginspirasi generasi muda UEA lainnya untuk melakukan misi-misi ekspedisi luar angkasa antar planet lanjutannya.
"Kami ingin tiba di Mars; (Saya) sangat bersyukur, kini kami berhasil mewujudkan cita-cita itu. Beban tujuh tahun yang ada di pundak saya sepertinya telah terangkat," ungkap Sarah Al Amiri, Menteri Negara untuk Kemajuan Teknologi UEA dan ketua Badan Antariksa UEA.
"Kami berharap misi ini akan menginspirasi seluruh generasi muda UEA agar berani melakukan hal-hal yang lebih besar," pungkasnya. (BBC/M-2)
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Dua penerbangan Emierates yang menuju Dubai dari Indonesia mengalami pengalihan, setelah penutupan sementara Bandara Dubai.
Perang di Iran memaksa penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) secara total. Simak status terbaru penerbangan Emirates, Etihad, hingga Qatar Airways.
Uni Emirat Arab (UEA) mengalami eskalasi serangan udara dari Iran. Satu warga sipil tewas, operasional bandara Dubai terganggu, dan kilang minyak terbakar.
SERANGAN udara menghantam sebuah gedung di Dubai. Gedung itu dilaporkan terkena pecahan dari proyektil yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA) tegas bantah laporan Bloomberg terkait menipisnya cadangan rudal pertahanan udara di tengah perang AS-Israel vs Iran. Cek faktanya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved