Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA bekerja dari rumah pertama kali diterapkan, banyak dari kita berharap untuk duduk di tempat tidur atau sofa yang nyaman sepanjang hari.
Tetapi rupanya duduk berjam-jam memiliki konsekuensi pada kesejahteraan fisik jangka panjang, khususnya pada glutes atau bokong Anda.
Beberapa dari kita mungkin sudah mulai merasakan rasa sakit di sekitar posterior, mungkin bahkan ketika duduk di atas bantal. Orang lain mungkin mulai merasakan sakit di daerah yang sama pada saat kita berdiri atau berjalan di sekitar rumah.
Duduk dalam waktu lama bahkan dapat menyebabkan masalah di bagian tubuh lain, khususnya bagian belakang.
Menurut John Abraham, direktur pelaksana RapidPhysiocare, orang yang duduk untuk waktu yang lama lebih berisiko mengalami obesitas. Sebab Anda membakar lebih sedikit kalori saat duduk.
Abraham mengungkapkan penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan obesitas, duduk rata-rata dua jam lebih lama setiap hari daripada orang dengan berat badan normal. Dia menambahkan, duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan kematian dini.
"Data pengamatan dari lebih dari satu juta orang mengungkapkan bahwa semakin Anda menetap, semakin besar kemungkinan Anda akan mati lebih awal," katanya seperti dilansir channelnewsasia.
Kemungkinan masalah kesehatan lainnya termasuk risiko kondisi kesehatan seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.
Fred Chen, fisioterapis muskuloskeletal utama di Physio & Sole Clinic, juga mengemukakan kemungkinan peningkatan akumulasi cairan tubuh di tungkai bawah dan mengurangi sirkulasi darah.
Orang tua, atau orang-orang dengan masalah jantung, ginjal atau vena, biasanya mengalami pembengkakan anggota tubuh bagian bawah setelah duduk lama tanpa mengangkat kaki. Ini dapat menyebabkan trombosis vena dalam (DVT) atau komplikasi vaskular lainnya.
Abraham mengatakan pasien yang datang dengan gejala terkait glute adalah mereka yang pekerjaannya melibatkan duduk untuk waktu yang lama, seperti supir bus maupun pekerja kantor
Langkah pertama dan paling mudah untuk meringankan rasa sakit itu, kata dia, adalah mengubah kebiasaan seseorang. Gaya hidup yang tidak aktif menyebabkan rasa sakit dan sesak pada otot gluteal dan fleksor pinggul ketika mereka memanjang dan mengencang.
"Jadi, Anda harus menghindari duduk terlalu lama di posisi yang sama. Mulailah berjalan dan berlatih melakukan peregangan ringan,"kata Abraham. (M-4)
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved