Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA pandemi korona, masyarakat menghabiskan waktu di rumah saja. Kadang kala, perempuan khususnya, melupakan perawatan wajah. Karena tidak ke kantor maupun bepergian, mereka merasa tiadk perlu merawat kulit. Padahal, menurut pakar kecantikan dan kesehatan kulit dr Olivia Julita M Biomed, masa-masa work from home (WFH) justru bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki kulit wajah. Mengapa?
“Karena selama di rumah umumnya perempuan tidak memakai make-up, ini lebih menyehatkan bagi kulit,” ujarnya dalam diskusi daring baru-baru ini.
Untuk memaksimalkan kesempatan WFH guna meningkatkan kesehatan kulit, lanjutnya, perempuan perlu melakukan perawatan rutin. “Meskipun kita sedang stay at home, bukan berarti bisa bermalas-malasan dalam merawat kulit,” imbuh dokter yang juga pendiri klinik kecantian Limonia Beauty Center di Bandar Lampung ini.
Ia pun menjelaskan langkah-langkahnya. Pertama, bersihkan wajah secara teratur meskipun tidak bermake up, karena karena sel kulit mati yang lepas setiap hati wajib dibersihkan dan kelenjar minyak masih tetap memproduksi sebum. Lalu, tetap gunakan tabir surya pada pagi dan siang hari.
Kemudian, gunakan produk perawatan kulit secara teratur. Gunakan soft peeling atau scrub seminggu sekali untuk mengangkat sel kulit mati dan menghilangkan sumbatan pori yang kalau dibiarkan akan mengakibatkan komedo. Gunakan masker 1-2 kali dalam seminggu, baik masker yang ada di pasaran atau masker dari bahan-bahan alami yang dapat dibuat sendiri dari buah-buah yang ada dirumah.
baca juga: 5 Tips Merawat Kulit dengan Kosmetik Ramah Lingkungan
“Terakhir, jangan lupakan pola tidur teratur, pola makan sehat dan air putih. Cantik tidak hanya dari luar tapi juga ditentukan oleh faktor dari dalam,” pungkasnya. (OL-3)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Face oil dapat dikombinasikan ke dalam berbagai langkah rutin, mulai dari mencampurkannya dengan toner, serum, pelembap, hingga produk complexion (alas bedak).
Pasar perawatan kulit pria menunjukkan pertumbuhan yang semakin konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Peningkatan ini banyak didorong oleh generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang semakin memprioritaskan perawatan kulit sebagai bagian dari self-care jangka panjang.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Marshant hadir dengan fokus pada sains, inovasi, serta pengembangan produk secara in-house.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved