Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Perbedaan Atmosfer Venus dan Titan Pengaruhi Kinerja Perisai Panas, Ini Temuan Terbaru Ilmuwan

Muhammad Ghifari A
26/3/2026 04:10
Perbedaan Atmosfer Venus dan Titan Pengaruhi Kinerja Perisai Panas, Ini Temuan Terbaru Ilmuwan
Ilustrasi pesawat rotor Dragonfly milik NASA yang terbang di langit Titan, bulan terbesar Saturnus.(NASA/Johns Hopkins)

MEMASUKI atmosfer sebuah planet merupakan salah satu fase paling berbahaya dalam misi antariksa. Wahana harus mampu menahan panas ekstrem akibat gesekan berkecepatan tinggi dengan partikel gas di atmosfer.

Untuk itu, setiap wahana dilengkapi dengan perisai panas (heat shield). Penelitian terbaru dari Grainger College of Engineering di University of Illinois Urbana-Champaign mengungkap bahwa komposisi atmosfer memiliki pengaruh besar terhadap cara kerja perisai panas tersebut.

Perisai Panas “Bernapas” Saat Masuk Atmosfer

Dalam proses memasuki atmosfer, permukaan perisai panas akan mengalami pembakaran dan pengikisan yang disebut sebagai ablasi. Fenomena ini membantu melindungi wahana dari panas ekstrem.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Francesco Panerai melakukan eksperimen menggunakan terowongan angin Plasmatron X di pusat studi hipersonik untuk mensimulasikan kondisi masuk atmosfer dengan kecepatan tinggi.

Hasilnya cukup mengejutkan.

“Ketika jenis gas diubah, perilaku ablasi juga berubah secara signifikan,” ujar Panerai.

Dalam atmosfer yang mengandung oksigen seperti di Bumi, ablasi terjadi secara stabil. Permukaan perisai terkikis secara bertahap dan partikel dilepaskan secara konstan.

Tanpa Oksigen, Ablasi Jadi tidak Stabil

Namun, ketika oksigen dihilangkan dari lingkungan uji, perilaku tersebut berubah drastis. Proses ablasi menjadi tidak stabil, dengan semburan partikel yang terjadi secara tiba-tiba dan bahkan bersifat lebih “keras” atau turbulen.

Peneliti juga menemukan bahwa material yang terlepas dari lapisan luar perisai panas dapat menumpuk di permukaan, berpotensi menyumbat dan mengganggu proses “pernapasan” material tersebut. Hal ini berdampak langsung pada kinerja perlindungan panas.

Penting untuk Misi ke Titan

Temuan ini menjadi sangat penting, terutama untuk misi NASA yang tengah mempersiapkan wahana Dragonfly menuju bulan Saturnus, Titan, yang dijadwalkan meluncur pada 2028.

Titan memiliki atmosfer yang sangat berbeda dari Bumi. Sekitar 95% atmosfernya terdiri dari nitrogen dan 5% metana, sedangkan atmosfer Bumi mengandung sekitar 78% nitrogen dan 21% oksigen.

Perbedaan ini dapat memengaruhi cara kerja perisai panas saat wahana memasuki atmosfer Titan.

Membuka Jalan Desain Perisai Panas yang Lebih Baik

Wahana Dragonfly dirancang untuk menjelajahi permukaan Titan, termasuk danau serta sungai hidrokarbon, yang diyakini dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan adanya molekul awal pembentuk kehidupan.

Meskipun penelitian ini belum secara langsung mengubah desain perisai panas, hasilnya memberikan pemahaman baru tentang bagaimana material berperilaku pada suhu ekstrem.

“Memahami dalam kondisi apa fenomena ini muncul akan membantu kita merancang perisai panas yang lebih baik di masa depan,” kata Panerai. (Space/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya