Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Misteri di Balik Awan Jupiter Terungkap: Kandungan Oksigen Ternyata 1,5 Kali Lipat dari Matahari

Intan Safitri
30/1/2026 20:32
Misteri di Balik Awan Jupiter Terungkap: Kandungan Oksigen Ternyata 1,5 Kali Lipat dari Matahari
Langit Jupiter yang berbadai menyembunyikan bagian dalam planet yang dalam dari pandangan, tetapi simulasi baru mengungkapkan lapisan planet yang kaya oksigen dan menawarkan petunjuk tentang bagaimana planet terbesar di tata surya ini terbentuk.(Dok. NASA)

Perdebatan panjang para astronom mengenai apa yang sebenarnya tersembunyi di bawah lapisan awan tebal Jupiter akhirnya menemui titik terang. Sebuah studi yang dirilis di The Planetary Science Journal mengungkapkan bahwa raksasa gas tersebut memiliki kandungan oksigen dan air yang jauh lebih melimpah daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penelitian yang dipimpin oleh Jeehyun Yang dari University of Chicago, bekerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, menggunakan simulasi komputer generasi terbaru yang menggabungkan dinamika kimia dan pergerakan gas (hidrodinamika). Hasilnya mengejutkan, Jupiter mengandung oksigen sekitar 1 hingga 1,5 kali lebih banyak dibandingkan Matahari.

Memecahkan Teka-teki Puluhan Tahun

Sejak wahana Galileo milik NASA terjun ke atmosfer Jupiter pada tahun 1995, para ilmuwan kebingungan karena data saat itu menunjukkan atmosfer yang sangat kering. Namun, para peneliti kini menyadari bahwa Galileo kemungkinan besar masuk ke wilayah "titik panas" yang tidak mewakili komposisi planet secara keseluruhan.

Oksigen di Jupiter tidak berbentuk gas murni, melainkan terikat dalam molekul air (H_2O). Karena suhu yang sangat dingin di lapisan luar, air tersebut membeku menjadi es dan terperangkap jauh di bawah zona yang bisa diamati secara visual.

Dengan model simulasi 2D yang baru, ilmuwan mampu melacak bagaimana karbon monoksida bertindak sebagai pelacak untuk menentukan jumlah total oksigen yang bersembunyi di kedalaman planet tersebut.

Sirkulasi Atmosfer yang Lebih Lambat

Selain masalah kandungan air, studi ini mengungkap fakta baru mengenai perilaku atmosfer Jupiter. Gerakan vertikal gas di lapisan dalam ternyata 35 hingga 40 kali lebih lambat dari asumsi sains selama ini.

"Dibutuhkan waktu berminggu-minggu, bukan jam, bagi molekul gas untuk berpindah antar lapisan atmosfer Jupiter," ungkap Jeehyun Yang dalam laporan resminya. Temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan mengenai bagaimana panas dan badai raksasa, seperti Bintik Merah Besar, berinteraksi dengan struktur internal planet.

Kunci Asal-usul Tata Surya

Temuan ini bukan sekadar angka statistik. Kelimpahan oksigen merupakan "sidik jari" yang menunjukkan di mana dan bagaimana Jupiter terbentuk miliaran tahun lalu. Kandungan oksigen yang tinggi (supersolar) memperkuat teori bahwa Jupiter lahir di wilayah yang sangat dingin di luar garis salju (frost line), di mana ia bisa menyerap material es dalam jumlah besar.

Memahami komposisi Jupiter adalah kunci untuk memahami sejarah seluruh Tata Surya, mengingat massa raksasanya sangat memengaruhi orbit planet-planet lain, termasuk Bumi.

Sumberi: Space.com, University of Chicago News, IFLScience



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya