Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan terus menggali data lama yang dikumpulkan Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA, meski misi tersebut telah berakhir sejak 2018.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Planet tersebut diberi nama HD 137010 b dan berada sekitar 146 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan HD 137010 b dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters pada 27 Januari 2026.
Studi ini dipimpin oleh Alexander Venner, peneliti astrofisika dari University of Southern Queensland yang kini menjadi peneliti pascadoktoral di Max Planck Institute for Astronomy, Jerman.
Planet ini diperkirakan memiliki periode orbit yang hampir sama dengan Bumi, yakni sekitar satu tahun. Menariknya, HD 137010 b juga diduga berada di batas luar zona layak huni, wilayah di sekitar bintang yang memungkinkan air cair terbentuk di permukaan planet jika memiliki atmosfer yang sesuai.
Eksoplane ini berpotensi menjadi salah satu planet mirip Bumi paling menjanjikan yang pernah ditemukan. Pasalnya, dari sudut pandang Bumi, planet ini melintas tepat di depan bintangnya yang cukup dekat dan terang sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan lanjutan secara lebih detail.
Namun, jumlah panas dan cahaya yang diterima HD 137010 b hanya sekitar sepertiga dari yang diterima Bumi dari Matahari. Meski bintang induknya tergolong serupa dengan Matahari, HD 137010 diketahui lebih dingin dan lebih redup.
Kondisi tersebut membuat suhu permukaan planet diperkirakan bisa mencapai minus 90 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 68 derajat Celsius, lebih dingin dibandingkan suhu rata-rata Mars.
Meski begitu, para peneliti menyebut planet ini masih berpeluang memiliki kondisi yang lebih bersahabat. Berdasarkan pemodelan atmosfer, HD 137010 b bisa saja menjadi planet bersuhu sedang atau bahkan dunia yang kaya air, asalkan memiliki atmosfer dengan kandungan karbon dioksida yang lebih tinggi dibandingkan Bumi.
Tim ilmuwan memperkirakan peluang sebesar 40 persen bagi planet ini untuk berada di zona layak huni versi “konservatif”, serta 51 persen untuk masuk ke zona layak huni “optimistis” yang lebih luas.
Di sisi lain, kemungkinan planet tersebut sepenuhnya berada di luar zona layak huni juga masih terbuka dengan peluang sekitar 50 banding 50.
Saat ini, HD 137010 b masih berstatus sebagai kandidat planet. Penemuan ini didasarkan pada satu kali peristiwa transit, yaitu saat planet melintas di depan bintangnya dan menyebabkan penurunan cahaya sementara.
Transit tersebut terdeteksi selama misi kedua Kepler, yakni K2. Meski hanya satu transit, para peneliti dapat memperkirakan periode orbit planet dengan mengukur lamanya bayangan planet melintasi bintang, sekitar 10 jam.
Untuk memastikan keberadaannya, para astronom masih membutuhkan pengamatan transit tambahan. Namun, hal ini tidak mudah karena orbit planet yang mirip Bumi membuat peristiwa transit terjadi sangat jarang.
Konfirmasi lanjutan diharapkan dapat dilakukan melalui teleskop TESS milik NASA atau CHEOPS milik Badan Antariksa Eropa. Jika belum berhasil, studi lebih mendalam kemungkinan harus menunggu generasi baru teleskop luar angkasa.
Sumber: NASA
Keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks Indonesia memicu panic selling. Saham BUMI, BRMS, ENRG anjlok hingga ARB. Cek data lengkapnya.
MSCI berlakukan 'Interim Freeze' untuk saham Indonesia pada rebalancing Februari 2026. PANI & BUMI batal masuk indeks, IHSG terancam turun ke Frontier Market.
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar terus bertambah. Mulai dari delta sungai, mineral hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi
Namun, para ahli menegaskan bahwa gerhana adalah peristiwa posisi benda langit yang rutin dan dapat diprediksi secara akurat.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved