Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Inovasi AI Tingkatkan Presisi dan Efisiensi dalam Teknologi Manufaktur Roket Modern

N Apuan Iskandar
23/1/2026 11:12
Inovasi AI Tingkatkan Presisi dan Efisiensi dalam Teknologi Manufaktur Roket Modern
Mesin las yang sudah diotomatisasi dengan bantuan AI(Sumber: MT Aerospace)

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak hanya berdampak di sektor digital dan industri umum, tetapi juga mulai merambah bidang manufaktur roket modern. Penerapan AI dalam proses produksi komponen roket telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan presisi dan efisiensi, sekaligus mendukung kemajuan industri antariksa global.

Salah satu aplikasi terdepan AI dalam manufaktur roket adalah optimalisasi proses produksi yang kompleks. Dengan algoritma machine learning, sistem AI dapat menganalisis data produksi secara real-time untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang sulit dideteksi oleh manusia. Ini membantu mengurangi cacat produksi dan meningkatkan kualitas bagian roket yang sangat presisi seperti nozzle, tangki bahan bakar, dan struktur rangka utama. Penerapan teknologi semacam ini sudah mulai terlihat di organisasi antariksa besar di Eropa dan industri manufaktur launcher, yang melaporkan peningkatan efisiensi proses serta pengurangan kebutuhan intervensi manual berkat integrasi AI dalam proses permesinan dan kontrol kualitas. 

Selain itu, AI memungkinkan otomatisasi yang lebih cerdas dalam lini produksi roket. Data sensor dari mesin dan peralatan produksi dapat diproses menggunakan algoritma untuk mengatur parameter operasional secara dinamis, misalnya kecepatan potong mesin, tekanan robot welding, atau urutan perakitan bagian tipis dan kompleks. Dengan menggunakan pendekatan berbasis AI, produsen dapat mengurangi waktu henti mesin, memaksimalkan throughput produksi, serta menekan biaya operasional jangka panjang. Otomasi ini mendukung pencapaian standar kualitas tinggi yang menjadi syarat mutlak dalam industri aerospace. 

Inovasi lain yang sedang diteliti adalah penggunaan AI untuk simulasi dan permodelan digital, yang memungkinkan insinyur menguji variasi desain dan proses produksi dalam lingkungan virtual sebelum diaplikasikan secara fisik. Pendekatan seperti ini berpotensi meminimalkan risiko kesalahan desain yang mahal, sekaligus mempercepat iterasi inovasi produk. Hal ini sejalan dengan tren global di mana manufaktur canggih semakin memanfaatkan digital twin dan teknologi simulasi berbasis AI untuk mendukung keputusan teknis yang kompleks. 

Para ahli mengatakan bahwa adopsi AI dalam manufaktur roket bukan sekadar alat otomatisasi biasa, tetapi juga sebagai “otak cerdas” yang mampu memprediksi dan menyesuaikan proses secara otonom. Kombinasi otomasi canggih ini meningkatkan kemampuan manufaktur roket modern untuk mencapai tingkat presisi ekstrem sekaligus mempertahankan efisiensi operasional yang tinggi merupakan dua hal yang sangat penting bagi keberhasilan peluncuran dan kinerja kendaraan antariksa.

Dengan terus berkembangnya teknologi AI dan komputasi canggih, manufaktur roket diprediksi akan semakin efisien dan presisi dalam beberapa tahun mendatang, membuka peluang baru dalam eksplorasi luar angkasa dan industri komersial antariksa.


Sumber: Phys.org, phys.org, Intel, arXiv



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya