Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemendikdasmen Apresiasi Inovasi Guru Manfaatkan Kecerdasan Buatan 

mediaindonesia.com
01/12/2025 22:36
Kemendikdasmen Apresiasi Inovasi Guru Manfaatkan Kecerdasan Buatan 
(ANTARA)

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi sejumlah guru yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan inovasi yang mengubah cara belajar siswa hingga menjawab tantangan nyata di dunia kerja dan lingkungan.

“Bapak ibu lah pemenang yang mampu mengalahkan semua kesulitan dan rintangan, namun tetap hadir membersamai generasi bangsa. Jika bapak ibu tidak mendapatkan juara dan tampil ke depan saat ini, bapak ibu tetaplah menjadi juara di hatiku," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, kemarin.

Salah satu pemenangnya ialah guru SMKN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bernama Naufal Faadhilah yang meraih juara kategori Transformatif. Naufal mengembangkan Artificial Mentor for Intelligent Reasoning and Assistance (AMIRA), asisten belajar berbasis AI yang membantu siswa jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) memahami konsep pemrograman secara mandiri.

AMIRA dirancang bukan untuk memberikan jawaban langsung melainkan meminta siswa menjelaskan pemahaman mereka terlebih dahulu. Perubahan signifikan terlihat pada siswa yang semula merasa tidak jago ngoding kini menjadi lebih percaya diri.

Ke depan, Naufal berencana memperluas AMIRA untuk dapat digunakan dalam banyak mata pelajaran dan program keahlian, serta mengintegrasikannya dengan sistem administrasi dan penilaian agar data dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan pembelajaran.

TAMAN KARANG
Pemenang lainnya ialah guru SMKN 61, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Didi Setiadi. Didi membawa dimensi berbeda dengan mengimplementasikan teknik transplantasi terumbu karang melalui pembelajaran berbasis proyek. 

Didi menjelaskan pembelajaran diintegrasikan dalam Proyek IPAS dengan metode Project Based Learning (PjBL).

Perubahan nyata lantas terlihat pada motivasi belajar yang meningkat, pemahaman konsep yang lebih baik, kolaborasi yang terjalin, serta terbentuknya mental murid dalam menyikapi isu kerusakan lingkungan.

“Sekarang banyak murid yang sudah mahir berenang dan snorkeling, dan selalu semangat kalau diajak belajar praktik di laut,” imbuhnya.

Rencana ke depan, Didi ingin membuka taman karang hasil transplantasi sebagai objek wisata snorkeling untuk wisatawan sekaligus pusat informasi konservasi ekosistem terumbu karang. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik