Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

6 Link Pantau Banjir Jakarta Resmi dan Gratis, Kondisi Real Time

Reynaldi Andrian Pamungkas
22/1/2026 21:58
6 Link Pantau Banjir Jakarta Resmi dan Gratis, Kondisi Real Time
Warga menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).(MI/Usman Iskandar)

Banjir merupakan tantangan tahunan yang dihadapi warga Jakarta akibat curah hujan tinggi maupun kiriman dari wilayah hulu. Untuk meminimalkan risiko kerugian material dan korban jiwa, akses terhadap informasi yang akurat menjadi kunci utama. Saat ini, warga tidak perlu lagi menunggu berita di televisi untuk mengetahui status pintu air.

Hingga pukul 20.00 WIB banjir sudah merendam 132 rukun tetangga (RT) dan 22 ruas jalan di lima wilayah kota administrasi. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis (22/1).

Bahkan, di wilayah Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Untuk memantau wilayah banjir Jakarta dan tinggi muka air, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (DSDA) dan BPBD telah menyediakan berbagai platform digital.

Berikut 6 Link Pantau Banjir Jakarta Resmi dan Gratis

1. Portal Pantau Banjir Jakarta

Ini adalah hub informasi utama yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. Situs ini menyediakan dasbor komprehensif yang mencakup peta informasi banjir berbasis RT, grafik tinggi muka air, hingga status operasional pompa air di seluruh wilayah Jakarta.

  • Keunggulan: Peta interaktif dengan kode warna yang menunjukkan kedalaman genangan.
  • Link

2. Posko Banjir Dinas SDA

Bagi Anda yang membutuhkan data teknis angka Tinggi Muka Air (TMA) per menit, situs ini adalah sumbernya. Data yang disajikan berasal langsung dari sensor di berbagai pintu air seperti Katulampa, Depok, Manggarai, hingga Pintu Air Pasar Ikan.

  • Keunggulan: Update data sangat cepat (real-time) dan mencakup riwayat kenaikan air dalam beberapa jam terakhir.
  • Link

3. BPBD DKI Jakarta - Info Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyediakan kanal khusus untuk laporan harian bencana. Selain link website, BPBD juga aktif memberikan peringatan dini cuaca ekstrem melalui media sosial dan layanan SMS Blast jika kondisi masuk kategori Siaga 1.

  • Keunggulan: Menyediakan informasi lokasi pengungsian dan nomor darurat terpadu 112.
  • Link

4. Aplikasi JAKI

Meskipun berupa aplikasi, JAKI memiliki versi web dan merupakan super-app milik Jakarta. Fitur JakPantau memungkinkan warga melihat status pintu air, pompa, dan melaporkan genangan secara langsung melalui ponsel.

  • Keunggulan: Terintegrasi dengan sistem pelaporan warga, sehingga data genangan di gang-gang kecil bisa terpantau.
  • Link

5. PetaBencana.id

Platform ini merupakan hasil kolaborasi dengan BNPB dan berbagai lembaga internasional. PetaBencana.id menggunakan teknologi crowdsourcing yang mengumpulkan laporan banjir dari media sosial (X, Facebook, Telegram) yang telah diverifikasi.

  • Keunggulan: Menampilkan visualisasi peta banjir yang sangat detail berdasarkan laporan langsung masyarakat di lapangan.
  • Link

6. CCTV Publik Jakarta

Terkadang, melihat angka saja tidak cukup. Melalui portal Jakarta Smart City, warga bisa mengakses ribuan CCTV yang terpasang di pintu air dan jalan-jalan protokol secara visual.

  • Keunggulan: Verifikasi visual langsung untuk melihat apakah jalan tertentu masih bisa dilalui kendaraan atau tidak.
  • Link

Memahami Status Siaga Pintu Air

Penting bagi warga untuk memahami arti dari status siaga agar dapat mengambil keputusan evakuasi yang tepat:

Status Warna Kondisi Tindakan Rekomendasi
Siaga 4 Hijau Normal Tetap waspada, pantau prakiraan cuaca BMKG.
Siaga 3 Kuning Waspada Mulai memindahkan barang berharga ke tempat tinggi.
Siaga 2 Jingga Siaga Siapkan tas siaga bencana, pantau jalur evakuasi.
Siaga 1 Merah Bahaya Segera evakuasi ke titik aman sesuai arahan petugas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya