Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN NASA baru saja mengungkap keberadaan sebuah eksoplanet luar biasa yang menantang pemahaman astronomi modern. Melalui pengamatan James Webb Space Telescope (JWST), planet bernama PSR J2322-2650b ini diketahui memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari planet mana pun yang pernah diamati sebelumnya.
Eksoplanet seukuran Jupiter ini memiliki orbit yang sangat ekstrem. Ia mengelilingi sebuah pulsar, bintang neutron yang berputar sangat cepat dengan radiasi intens, pada jarak hanya sekitar 1 juta mil. Jarak yang sangat dekat ini membuat PSR J2322-2650b hanya membutuhkan waktu kurang dari delapan jam untuk menyelesaikan satu putaran orbit penuh.
Salah satu keunikan yang paling mencolok adalah fisiknya. Akibat tarikan gravitasi yang sangat kuat dari bintang induknya (pulsar), bentuk planet ini tidak bulat sempurna, melainkan memanjang hingga menyerupai bentuk lemon.
Tak hanya bentuknya, susunan atmosfer PSR J2322-2650b juga membuat para ilmuwan terperangah. Berdasarkan analisis JWST, atmosfer planet ini didominasi oleh helium dan molekul karbon (C2 dan C3). Temuan ini sangat langka karena hampir tidak ditemukan jejak oksigen maupun nitrogen, unsur yang biasanya melimpah di planet lain.
Kondisi ini berbeda jauh dari atmosfer eksoplanet yang umumnya dianalisis, yang biasanya mengandung uap air, metana, atau karbon dioksida. NASA mengakui bahwa komposisi unik ini memunculkan pertanyaan baru mengenai teori pembentukan planet di alam semesta.
Para peneliti menduga kuat bahwa atmosfer PSR J2322-2650b memiliki awan karbon yang sangat pekat. Dalam kondisi tekanan dan suhu tertentu, karbon tersebut kemungkinan besar mengembun dan jatuh ke permukaan sebagai hujan berlian.
Selain fenomena hujan yang mewah tersebut, planet ini juga memiliki perbedaan suhu yang sangat kontras. Sisi yang terus-menerus menghadap bintang induknya terpapar panas ekstrem, sementara sisi malamnya tetap berada dalam kondisi yang sangat dingin.
Penemuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ini membuktikan bahwa masih banyak fenomena menakjubkan di luar sistem Tata Surya yang belum terpetakan. Observasi mendalam terhadap PSR J2322-2650b membantu ilmuwan menguji teori pembentukan planet serta memahami variasi lingkungan planet yang ada di seluruh galaksi kita. (science.nasa/Z-2)
HD 137010 b, kandidat planet berbatu 6% lebih besar dari Bumi, ditemukan dari data teleskop Kepler. Terletak 146 tahun cahaya, orbitnya hampir satu tahun Bumi dengan suhu sangat dingin.
Penelitian terbaru ungkap Bumi berada di 'Goldilocks Zone' kimiawi yang langka. Tanpa kadar oksigen yang tepat, DNA dan kehidupan takkan pernah ada.
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Penemuan langka sistem bintang V1298 Tau mengungkap fenomena unik di mana planet-planet muda memiliki kepadatan sangat rendah dan menyusut seiring waktu.
Simulasi terbaru mengungkap gravitasi Mars berperan vital dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi dan mengatur siklus iklim jangka panjang (Milankovitch).
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Teleskop James Webb berhasil memetakan atmosfer atas Uranus untuk pertama kalinya. Temukan fakta unik tentang suhu ekstrem dan aurora di planet es raksasa ini.
NASA melalui observatorium Chandra dan teleskop James Webb menemukan protocluster galaksi purba JADES-ID1 yang terbentuk sangat awal, menantang teori pembentukan struktur alam semesta.
Objek yang ditemukan tersebut dikenal sebagai JADES-ID1 yang lokasinya berada dalam JWST Advanced Deep Extragalactic Survey (JADES)
Secara sederhana, protoklaster adalah kelompok galaksi yang masih berada dalam masa pertumbuhan atau bayi. Ini merupakan sebuah wilayah dengan jumlah galaksi muda yang sangat besar
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Objek yang diamati merupakan wilayah padat yang berisi puluhan galaksi yang saling terikat oleh gaya gravitasi. Selain itu, para peneliti juga menemukan keberadaan gas panas bersuhu jutaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved