Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH gambaran dramatis dari sistem bintang tiga langka berhasil ditangkap Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Dalam citra tersebut, terlihat serangkaian spiral debu berlapis yang mengelilingi Apep. Sistem yang dijuluki dari dewa kekacauan Mesir kuno karena struktur kosmiknya yang kompleks.
Apep berjarak sekitar 8.000 tahun cahaya dari Bumi dan menjadi perhatian para astronom karena dua dari tiga bintangnya merupakan bintang Wolf-Rayet, jenis bintang masif dan sangat panas yang jarang ditemukan. Di galaksi Bima Sakti, hanya sekitar 1.000 bintang Wolf-Rayet yang diketahui, dari lebih dari 100 miliar bintang lainnya.
Bintang Wolf-Rayet memiliki angin bintang kuat yang membawa material kaya helium, nitrogen, dan karbon, membentuk nebula di sekelilingnya. Dalam sistem biner, interaksi gravitasi dapat membentuk pola unik pada nebula tersebut. Namun Apep menjadi kasus luar biasa karena dua bintang Wolf-Rayetnya saling mengorbit dalam siklus 190 tahun, sehingga angin bintang mereka bertabrakan dan menghasilkan debu karbon padat yang membentuk spiral setiap sekitar 25 tahun.
“Ini adalah sistem satu-satunya dengan periode orbit yang sangat jarang terjadi,” kata Ryan White, mahasiswa doktoral di Macquarie University, Australia. “Orbit berikutnya untuk bintang Wolf-Rayet berdebu adalah sekitar 30 tahun. Kebanyakan hanya dua hingga 10 tahun.”
Saat Apep ditemukan pada 2018 melalui Very Large Telescope (VLT), hanya spiral terdalam yang tampak. Namun instrumen Mid-Infrared (MIRI) milik JWST kini memperlihatkan seluruh lapisan spiral, yang mewakili empat kali pendekatan dekat bintang-bintangnya selama lebih dari 700 tahun.
“Melihat pengamatan Webb seperti masuk ke ruangan gelap lalu menyalakan lampu, semuanya terlihat jelas,” ujar Yinuo Han dari California Institute of Technology.
Analisis terbaru mengungkap keberadaan bintang ketiga yang jauh lebih masif, diperkirakan 40 hingga 50 kali massa Matahari. Meskipun tidak tampak sebagai objek terpisah, pengaruhnya terlihat melalui rongga pada struktur debu yang terbentuk akibat interaksinya dengan angin bintang Wolf-Rayet. “Rongga itu berada di tempat yang sama pada setiap lapisan dan terlihat seperti corong,” kata White.
Ketiga bintang dalam sistem Apep diperkirakan akan berakhir sebagai supernova. Dua bintang Wolf-Rayet berpotensi menghasilkan letusan sinar gamma sebelum menjadi lubang hitam bermassa bintang, sementara bintang superraksasa diyakini akan meninggalkan bintang neutron setelah meledak. (Space/Z-2)
Van Dokkum mengatakan ini adalah konfirmasi pertama dari lubang hitam supermasif yang tak terkendali, setelah lima dekade teori dan penelitian tentang objek-objek ini.
Ilmuwan NASA melalui teleskop James Webb menemukan eksoplanet PSR J2322-2650b yang berbentuk unik seperti lemon dan memiliki atmosfer langka berisi hujan berlian.
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menggunakan Teleskop James Webb menemukan bukti awal keberadaan bintang raksasa purba bermassa hingga 10.000 kali Matahari.
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu.
Teleskop James Webb menangkap detail menakjubkan tabrakan dua galaksi kerdil NGC 4490 dan NGC 4485, termasuk jembatan gas bercahaya.
Peneliti temukan fenomena 'faint-end suppression' di mana jumlah galaksi kecil menyusut drastis. Simak bagaimana radiasi bintang purba menghambat pertumbuhan mereka.
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Teleskop James Webb menangkap detail menakjubkan tabrakan dua galaksi kerdil NGC 4490 dan NGC 4485, termasuk jembatan gas bercahaya.
Astronom menemukan radiasi ultraviolet tak terduga di sekitar lima protobintang di Ophiuchus menggunakan JWST.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved