Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

James Webb Ungkap Spiral Debu Misterius di Sistem Bintang Tiga Apep

Thalatie K Yani
21/11/2025 08:25
James Webb Ungkap Spiral Debu Misterius di Sistem Bintang Tiga Apep
Teleskop James Webb menangkap spiral debu berlapis di sistem bintang tiga Apep, yang memiliki dua bintang Wolf-Rayet langka. (NASA)

SEBUAH gambaran dramatis dari sistem bintang tiga langka berhasil ditangkap Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Dalam citra tersebut, terlihat serangkaian spiral debu berlapis yang mengelilingi Apep. Sistem yang dijuluki dari dewa kekacauan Mesir kuno karena struktur kosmiknya yang kompleks.

Apep berjarak sekitar 8.000 tahun cahaya dari Bumi dan menjadi perhatian para astronom karena dua dari tiga bintangnya merupakan bintang Wolf-Rayet, jenis bintang masif dan sangat panas yang jarang ditemukan. Di galaksi Bima Sakti, hanya sekitar 1.000 bintang Wolf-Rayet yang diketahui, dari lebih dari 100 miliar bintang lainnya.

Bintang Wolf-Rayet memiliki angin bintang kuat yang membawa material kaya helium, nitrogen, dan karbon, membentuk nebula di sekelilingnya. Dalam sistem biner, interaksi gravitasi dapat membentuk pola unik pada nebula tersebut. Namun Apep menjadi kasus luar biasa karena dua bintang Wolf-Rayetnya saling mengorbit dalam siklus 190 tahun, sehingga angin bintang mereka bertabrakan dan menghasilkan debu karbon padat yang membentuk spiral setiap sekitar 25 tahun.

“Ini adalah sistem satu-satunya dengan periode orbit yang sangat jarang terjadi,” kata Ryan White, mahasiswa doktoral di Macquarie University, Australia. “Orbit berikutnya untuk bintang Wolf-Rayet berdebu adalah sekitar 30 tahun. Kebanyakan hanya dua hingga 10 tahun.”

Saat Apep ditemukan pada 2018 melalui Very Large Telescope (VLT), hanya spiral terdalam yang tampak. Namun instrumen Mid-Infrared (MIRI) milik JWST kini memperlihatkan seluruh lapisan spiral, yang mewakili empat kali pendekatan dekat bintang-bintangnya selama lebih dari 700 tahun.

“Melihat pengamatan Webb seperti masuk ke ruangan gelap lalu menyalakan lampu, semuanya terlihat jelas,” ujar Yinuo Han dari California Institute of Technology.

Analisis terbaru mengungkap keberadaan bintang ketiga yang jauh lebih masif, diperkirakan 40 hingga 50 kali massa Matahari. Meskipun tidak tampak sebagai objek terpisah, pengaruhnya terlihat melalui rongga pada struktur debu yang terbentuk akibat interaksinya dengan angin bintang Wolf-Rayet. “Rongga itu berada di tempat yang sama pada setiap lapisan dan terlihat seperti corong,” kata White.

Ketiga bintang dalam sistem Apep diperkirakan akan berakhir sebagai supernova. Dua bintang Wolf-Rayet berpotensi menghasilkan letusan sinar gamma sebelum menjadi lubang hitam bermassa bintang, sementara bintang superraksasa diyakini akan meninggalkan bintang neutron setelah meledak. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik