Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SETENGAH abad bukan waktu singkat bagi sebuah perusahaan elektronik untuk bertahan di tengah gempuran merek asing. Polytron, brand lokal asal Kudus, Jawa Tengah, kini memasuki usia ke-50 dengan perjalanan produk yang terus berinovasi. Mulai dari TV tabung hitam-putih hingga kendaraan listrik.
Sejak berdiri pada 18 September 1975, Polytron telah melalui berbagai perubahan era teknologi. Pada masa awal berdiri, televisi masih menjadi barang mewah karena konsumsi listriknya yang besar.
Polytron melihat peluang itu dengan menghadirkan TV tabung yang hemat daya, sehingga masyarakat dengan keterbatasan listrik tetap bisa menikmati hiburan.
“Dulu pasar kita dikuasai oleh merek-merek Eropa, lalu Jepang, kemudian Korea. Tapi kami yakin, sebagai brand asli Indonesia, kami lebih mengerti kebutuhan orang Indonesia. Kami selalu berangkat dari kebutuhan masyarakat Indonesia. Apa yang relevan dan dibutuhkan, itulah yang kami kembangkan,” kata Albert Fleming, Head Of Group Product Home Appliances Polytron.
Polytron menegaskan bahwa inovasi ini tidak terbatas hanya soal meluncurkan produk.
“Perusahaan ini mengusung prinsip 3I: Innovation, Invention, dan Improvement, yang diterapkan bukan hanya pada divisi Resource & Development, tetapi juga di seluruh lini Perusahaan. Semua divisi dituntut punya prinsip yang sama, dari sales, purchasing, hingga accounting. Inilah yang membuat perusahaan terus tumbuh,” kata Albert.
Melalui hal ini Polytron menegaskan bahwa mereka bukan sekadar pembuat barang, melainkan perusahaan yang membangun ekosistem inovasi. Mulai dari proses produksi, distribusi, hingga layanan konsumen.
Albert menegaskan, meski perusahaan punya ambisi go internasional, fokus utama tetap di negeri sendiri.
“Fokus kita memang adalah untuk menjadi brand lokal yang dominan di negeri sendiri, itu adalah keyakinannya. Apakah ditanya kita ingin menjadi brand global? Tentunya kita punya cita-cita,” tambahnya.
Dengan adanya momentum setengah abad ini, Polytron menggelar acara perayaan yang diadakan di Plaza Barat, Gelora Bung Karno, Jakarta, dari tanggal 19-21 September 2025. Melalui acara ini Polytron ingin merayakan usianya yang ke-50 bersama dengan para konsumen.
“Kita ingin menceritakan bahwa sebenarnya ini bukan perayaan untuk polytron aja, Ini tuh sebenarnya perayaan untuk kita semua dengan konsumen polytron,” tutup Albert.
Polytron juga memberikan nilai tambah melalui program hadiah dan aktivitas menarik bagi setiap pembelian unit tertentu.
Polytron FOX 200 menjadi pilihan yang efisien untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, berbelanja, hingga menemani aktivitas nongkrong.
Pengguna FOX-350 bisa mendapatkan tambahan daya dalam 10 menit untuk 10 km, sementara pengguna FOX-200 hanya butuh 15 menit untuk tambahan jarak 20 km.
Ekspansi Polytron ke industri kendaraan listrik (EV) ternyata jauh lebih rumit dari kalkulasi awal.
Setelah meluncurkan motor listrik FOX-R, Polytron siap meluncurkan kembali motor listrik yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara lebih nyaman serta intuitif.
TURNAMEN Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 yang digelar di GOR Indoor Manahan, Solo, pada 29 Oktober-2 November 2025, akan tampil lebih bergengsi.
PLN menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui partisipasi aktif pada ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026).
Pertumbuhan infrastruktur EV tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kolaboratif dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik dinilai sebagai sinyal positif.
PT Ofero Technology Indonesia (Ofero) terus memperkuat posisinya di pasar motor dan sepeda listrik dengan strategi yang menitikberatkan pada kebutuhan mobilitas lokal.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved