Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti dunia bisnis Indonesia. Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan pemegang saham mayoritas Bank Central Asia (BCA), dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura pada usia 86 tahun.
Kepergian sosok yang akrab disapa Bambang Hartono ini meninggalkan warisan bisnis yang sangat luas. Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia berhasil mendiversifikasi usaha keluarga dari sekadar pabrik rokok menjadi konglomerasi raksasa yang menyentuh hampir seluruh aspek ekonomi di Indonesia.
Berikut adalah deretan sektor bisnis utama yang dikelola oleh Michael Bambang Hartono di bawah bendera Grup Djarum:
Aset paling berharga dalam portofolio Michael Bambang Hartono adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, Hartono bersaudara menguasai mayoritas saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Kenaikan harga saham BBCA secara konsisten menjadi pendorong utama posisi mereka sebagai orang terkaya di Indonesia selama bertahun-tahun.
PT Djarum merupakan akar bisnis keluarga Hartono yang didirikan oleh ayah mereka, Oei Wie Gwan. Saat ini, Djarum merupakan salah satu produsen rokok kretek terbesar di dunia dengan pangsa pasar ekspor yang kuat hingga ke Amerika Serikat dan Eropa.
Melalui PT Hartono Istana Teknologi, mereka memiliki merek Polytron. Menariknya, pada tahun 2025-2026, Polytron melakukan lompatan besar dengan memproduksi mobil listrik (EV) dan motor listrik secara massal, mempertegas posisi mereka di industri teknologi masa depan.
Grup Djarum sangat agresif di sektor digital melalui anak usahanya, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang membawahi:
Melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Michael Bambang Hartono menguasai ribuan menara telekomunikasi di seluruh Indonesia yang disewakan kepada berbagai operator seluler.
Portofolio properti mereka mencakup beberapa landmark ikonik di Jakarta, antara lain:
Informasi Terkini: Berdasarkan data Forbes per Maret 2026, kekayaan Michael Bambang Hartono diestimasi mencapai US$17,5 miliar atau setara dengan Rp297,5 triliun.
Selain sektor di atas, Michael Bambang Hartono juga memiliki investasi di:
Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet Bridge berprestasi yang pernah menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Kesederhanaan dan ketajaman insting bisnisnya akan selalu menjadi inspirasi bagi dunia usaha nasional. (Z-10)
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum dan BCA meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026. Simak profil dan jejak bisnisnya di sini.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15. Simak profil dan kontribusinya.
Bedah tuntas rincian harta kekayaan Michael Bambang Hartono (wafat 2026). Dari 49% saham di Dwimuria (BCA) hingga aset properti mewah di Singapura & Perth.
Gelombang duka menyelimuti jagat media sosial usai kabar wafatnya pengusaha senior Michael Bambang Hartono pada Kamis (19/3).
Michael Bambang Hartono, bos Grup Djarum dan BCA, meninggal dunia di usia 86 tahun. Simak deretan fakta menarik dan warisan bisnis sang taipan.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum dan BCA meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026. Simak profil dan jejak bisnisnya di sini.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15. Simak profil dan kontribusinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved