Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MICHAEL Bambang Hartono, yang berpulang pada 19 Maret 2026, meninggalkan warisan kekayaan yang sangat masif dan terstruktur. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, sumber hartanya tidak lagi hanya bergantung pada industri rokok, melainkan telah menggurita ke sektor perbankan, infrastruktur, hingga teknologi hijau.
Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index dan Forbes per Maret 2026, total kekayaan bersih Michael Bambang Hartono diestimasi mencapai US$ 19,1 miliar hingga US$22,2 miliar, atau setara dengan kisaran Rp319,5 triliun hingga Rp370 triliun.
Aset terbesar Michael Hartono berada di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia mengendalikan BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Di dalam entitas Dwimuria ini, Michael memegang porsi saham sebesar 49%, sementara Budi Hartono memegang 51%.
Sebagai pemilik PT Djarum, Michael menguasai salah satu produsen rokok kretek terbesar di dunia.
Meskipun industri tembakau menghadapi tantangan regulasi, Djarum tetap menjadi perusahaan privat (non-tbk) dengan arus kas yang sangat kuat. Pendapatan dari Djarum inilah yang secara historis digunakan untuk mendanai akuisisi besar di sektor lain.
Michael Hartono melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor menara telekomunikasi dan ekosistem digital:
| Emiten/Aset | Keterangan Kepemilikan |
|---|---|
| PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) | Melalui PT Sapta Adhikari Investama, keluarga Hartono menguasai 54,42% saham penyedia menara ini. |
| Global Digital Niaga (BELI) | Induk dari Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market. Michael memiliki porsi signifikan di ekosistem ini. |
| Polytron (EV Division) | Pada 2025-2026, Polytron melakukan ekspansi besar ke motor dan mobil listrik, meningkatkan nilai valuasi perusahaan elektronik ini. |
Selain aset di dalam negeri, Michael Bambang Hartono diketahui memiliki sejumlah properti mewah dan investasi prestisius di luar negeri:
Analisis: Kekayaan Michael Bambang Hartono sangat "resilien" karena tidak menumpuk di satu sektor. Pembagian dividen dari BCA dan TOWR saja diperkirakan memberikan pendapatan pasif triliunan Rupiah setiap tahunnya bagi mendiang dan keluarganya.
Kini, dengan berpulangnya sang maestro, perhatian pasar modal tertuju pada bagaimana proses transisi kepemilikan aset-aset raksasa ini kepada generasi penerus keluarga Hartono di bawah koordinasi Robert Budi Hartono. (Z-10)
Simak daftar lengkap gurita bisnis Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan BCA yang wafat hari ini. Dari rokok, teknologi, hingga kendaraan listrik.
Gelombang duka menyelimuti jagat media sosial usai kabar wafatnya pengusaha senior Michael Bambang Hartono pada Kamis (19/3).
Michael Bambang Hartono, bos Grup Djarum dan BCA, meninggal dunia di usia 86 tahun. Simak deretan fakta menarik dan warisan bisnis sang taipan.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum dan BCA meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026. Simak profil dan jejak bisnisnya di sini.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15. Simak profil dan kontribusinya.
Simak daftar lengkap gurita bisnis Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan BCA yang wafat hari ini. Dari rokok, teknologi, hingga kendaraan listrik.
Gelombang duka menyelimuti jagat media sosial usai kabar wafatnya pengusaha senior Michael Bambang Hartono pada Kamis (19/3).
Michael Bambang Hartono, bos Grup Djarum dan BCA, meninggal dunia di usia 86 tahun. Simak deretan fakta menarik dan warisan bisnis sang taipan.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum dan BCA meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026. Simak profil dan jejak bisnisnya di sini.
Kabar duka, Michael Bambang Hartono pemilik Grup Djarum meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15. Simak profil dan kontribusinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved